Foto: Penandatangan komitmen bersama ‘Maklumat Aman Suro’ di ruang Rupatama Mapolres Trenggalek (Mondes/Her) TRENGGALEK – Mondes.co.id | Polres Trenggalek bareng Forkopimda mengundang para ketua dan pimpinan perguruan pencak silat menggelar rapat kordinasi (rakor) menjelang peringatan tanggal 1 Muharram 1448 H atau lebih dikenal sebagai Suroan.
Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah antisipasi dalam menjaga kondusivitas Kamtibmas diwilayah.
Komitmen bersama yang terangkum dalam ‘Maklumat Aman Suro’ itu menghasilkan kesepakatan seluruh pihak-pihak.
Dengan ditandatangani oleh masing-masing ketua perguruan pencak silat dan unsur terkait.
Kepada awak media, Kpolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki yang memimpin langsung jalannya kegiatan, menyebut jika aktivitas masyarakat di bulan Suro atau Muharram biasanya relatif padat.
Bukan hanya dari komunitas perguruan pencak silat, tetapi juga dirayakan oleh mayoritas orang Jawa dan umat muslim.
“Kita memiliki semangat yang sama untuk senantiasa menjaga dan menjalin sinergitas di antara kita, sehingga kegiatan di bulan Suro bisa berjalan dengan baik dan lancar,” ungkapnya di Ruang Rupatama, Mapolres, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurut Kapolres, dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, secara umum seluruh rangkaian kegiatan termasuk pengesahan warga baru cukup banyak.
Pun begitu, dapat berjalan dengan aman dan lancar, meski dalam praktik di lapangan seringkali terjadi dinamika yang harus menjadi perhatian bersama.
Untuk itu, kepada seluruh pengurus maupun unsur pimpinan perguruan pencak silat harus turut andil dan bertanggung jawab penuh.
“Terutama terhadap mobilitas maupun pergerakan anggotanya masing-masing,” imbuh AKBP Ridwan.
Ditekankan olehnya, ada beberapa potensi kerawanan yang perlu diwaspadai semua pihak.
Seperti, konvoi dan arak-arakan, pengrusakan terhadap simbol perguruan silat lain, provokasi melalui media sosial, hingga gesekan antar perguruan pencak silat.
Jadi, pengamanan bukan hanya dari aparatur negara saja, tetapi harus tetap didukung internal organisasi.
“Sudah disiapkan strategi pengamanan efektif dengan melibatkan 935 personel pengamanan. Termasuk juga dari masing-masing internal perguruan pencak silat. Namun demikian, dukungan dari semua pihak tetap sangat diperlukan. Salah satunya adalah konsisten dengan komitmen yang telah ditanda tangani bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi yang turut hadir dalam acara tersebut menambahkan, pihaknya menyampaikan dukungan serta apresiasi kepada jajaran Polres Trenggalek atas persiapan dan kesiapan dalam menghadapi Suroan.
Diharapkan, semua komunitas maupun civitas perguruan pencak silat di Kabupaten Trenggalek mampu bekerja sama dengan baik.
Benar-benar memprioritaskan kepentingan masyarakat umum yang lebih luas, sehingga situasi keamanan selalu kondusif.
“Semoga semuanya bisa terlaksana dengan aman kondusif, seluruh elemen selalu saling dukung dan tetap sinergis demi Trenggalek,” harap Doding.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar