Foto: Pembinaan Bursa Kerja Khusus dan Sosialisasi Peluang Kerja ke Luar Negeri (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara menggelar kegiatan Pembinaan Bursa Kerja Khusus dan Sosialisasi Peluang Kerja ke Luar Negeri bagi Aparat Kecamatan Tahun 2026, kemarin.
Bekerja sama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK se-Kabupaten Jepara berlangsung di Gedung Shima Setda Jepara.
Kegiatan tersebut dibuka langsung Bupati Jepara, Witiarso Utomo, didampingi Kepala Diskopukmnakertrans Jepara, Zamroni Lestiaza.
Sementara sebagai narasumber, Direktur Pemetaan Pasar Kerja Luar Negeri Ditjen Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Devriel Sogia.
Kepala Diskopukmnakertrans Jepara, Zamroni Lestiaza, menyampaikan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi petugas layanan antar kerja, sekaligus memperbarui pengetahuan dan keterampilan dalam pelayanan ketenagakerjaan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara BKK, alumni, pemerintah daerah, Kementerian Ketenagakerjaan, KP2MI, serta dunia usaha dan dunia industri.
“Saat ini jumlah Bursa Kerja Khusus di Kabupaten Jepara sebanyak 53 BKK. Terdiri dari 49 BKK SMK, 3 BKK universitas, dan 1 BKK pemerintah yaitu UPTD BLK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 BKK telah terbit tanda daftar melalui aplikasi e-BKK. Diharapkan 28 BKK lainnya segera menyusul proses pendaftaran melalui e-BKK pada tahun ini,” ujarnya.
Ia berharap, melalui program ini, petugas BKK dan aparatur sipil negara dapat menjadi agen edukasi dalam penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) secara prosedural.
Yakni dengan memberikan informasi akurat terkait peluang kerja luar negeri dan tata kelola penempatan yang sesuai ketentuan.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo, menegaskan penguatan sektor ketenagakerjaan menjadi bagian penting dalam visi Jepara Mulus, khususnya melalui program Jepara Karya.
Menurutnya, program tersebut mencakup penyediaan informasi lowongan kerja, pelatihan peningkatan keterampilan, hingga penguatan konektivitas antara dunia pendidikan dan dunia industri.
“Sepanjang tahun 2025 telah tersedia lebih dari 32 ribu lowongan pekerjaan. Kami juga memberikan pelatihan peningkatan keterampilan bagi ratusan pencari kerja. Hal ini sangat berpengaruh pada penurunan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Jepara dari 3,34 persen menjadi 3,30 persen,” kata Bupati.
Bupati menekankan bahwa orientasi pemerintah bukan sekadar mengirim tenaga kerja sebanyak-banyaknya ke luar negeri.
Melainkan, membangun sumber daya manusia Jepara yang kompeten, terampil, berkarakter, dan memiliki daya saing internasional.
“Di sini peran penting BKK dan kecamatan sangat dibutuhkan. Saya berharap BKK tidak hanya aktif saat kelulusan siswa, tetapi benar-benar melakukan penelusuran tamatan, pemetaan kompetensi lulusan, membangun jejaring dengan dunia usaha dan industri, sekaligus aktif memanfaatkan platform layanan kerja pemerintah,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Jepara berharap sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha semakin kuat dalam membuka akses kerja yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri, bagi generasi muda Jepara.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar