SDN Mencon Pucakwangi Ambrol, Hampir Seluruh Bangunan Tak Layak

waktu baca 3 menit
Selasa, 14 Apr 2026 13:30 0 47 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mencon, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati mengalami kerusakan parah.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Hampir 90 persen bangunan sudah tidak layak untuk ditempati guna Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Menurut Kepala SDN Mencon, Muhammad Yasin Amin, situasi semakin parah ketika Sabtu, 11 April 2026 malam.

Kala itu, hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Pati, hingga membuat beberapa bangunan atapnya ambrol.

ketua pgri

Peristiwa ini membuat kegiatan pembelajaran semakin terganggu.

“Kondisi sekolah ini sudah lapuk, begitu malam Minggu jam 7 malam ada hujan, sehingga kondisi kelas ini tertimpa musibah, atap roboh, tapi Alhamdulilah terjadi malam hari. Kelas ini sudah saya kosongkan sekitar dua tahun lalu, mengingat khawatir keselamatan pembelajaran anak-anak,” ucapnya kepada awak media, Selasa, 14 April 2026.

Ia menuturkan bahwa hanya kelas V dan VI saja yang masih melangsungkan KBM di sekolahan, sedangkan keempat kelas lainnya harus mengungsi.

Siswa kelas I melangsungkan pembelajaran di balai desa, kelas II di rumah salah satu perangkat desa (Perades), kelas III di rumah wali kelasnya, dan kelas IV di Kantor Pemerintah Desa (Pemdes) Mencon.

“Hampir 90 persen bangunan kelas tidak layak ditempati. Kelas yang lain, empat kelas pembelajaran tidak di sekolah lagi, ada yang rumah penduduk, di rumah kepala desa, dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Di samping itu, kondisi tanah yang ditempati sekolah tersebut rawan geser.

Apabila pembangunan berlangsung, warga sekolah selalu khawatir jika hanya sia-sia.

Menurutnya, pembangunan sekolah harus dilakukan 100 persen.

BACA JUGA :  Wamen Giring Berkunjung, Dukung Ukir Jepara Jadi Warisan Dunia

Pasalnya, kondisi bangunan SDN Mencon ini sudah perlu direvitalisasi secara total.

“Kondisi tanah di sini agak lapuk. Apabila ada pembangunan cuma atapnya saja, kami khawatir akan terjadi musibah yang tidak kita inginkan karena tembok kelas yang lain sudah mulai retak,” ujarnya.

Pihaknya sudah mengajukan bantuan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) hingga pemerintah pusat, walaupun alur pengajuan bantuan agak rumit.

Pengajuan bantuan pengadaan sarana dan prasaran sekolah harus melalui sistem data pokok pendidikan (dapodik).

“Kalau di dunia pendidikan kita ada sistem dapodik, mengajukan bantuan lewat dapodik kerusakan update persentasenya sampai saat ini. Tidak bisa langsung ajukan proposal langsung dapat. Empat tahun yang lalu kita update kerusakan bangunan di dapodik,” paparnya.

Dari proses pengajuan bantuan, SDN Mencon masuk list rehabilitasi.

SD satu-satunya di Desa Mencon itu mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun 2026.

“Alhamdulillah info dari Disdik (Dinas Pendidikan), di tahun 2026 SD kami masuk nominasi DAK umum dan reguler. Ada musibah seperti ini mudah-mudahan cepat ditangani dan mendapat DAK sesuai kondisi sekolah ini,” urainya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati juga telah meninjau situasi di sekolah tersebut.

Bahkan, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra telah membentuk tim survei sekolah.

“Kita tahu bersama banyak kondisi sekolah di Pati gedungnya masih pakai bangunan Inpres, maka Senin kita evaluasi semua sekolah, di mana gedung layak atau tidak. Seperti di Mencon, tadi pagi gedungnya rubuh, syukur tak ada korban jiwa karena Minggu. Disebabkan karena hujan lebat penopang sekolah lapuk sehingga rubuh,” jelasnya, baru-baru ini.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini