Sambut Hari Bumi, Polres Trenggalek Tanami Lahan Kritis

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Apr 2026 16:24 0 40 Heru Wijaya

TRENGGALEK – Mondes.co.id | Sambut peringatan Hari Bumi 2026, Polres Trenggalek menggelar aksi tanam ratusan pohon beringin di kawasan lahan kritis.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Hal tersebut dilakukan untuk turut menjaga alam berkelanjutan, serta sumber air di masa mendatang.

Kepada awak media, Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, mengatakan jika kegiatan penanaman bibit pohon dilaksanakan serentak di 14 kecamatan.

Salah satunya di puncak Bukit Margo Esis, Kelurahan Surodakan, Kecamatan Trenggalek.

ketua pgri

“Dalam rangka menyongsong peringatan Hari Bumi pada 22 April 2026 mendatang, salah satu titik penanaman di Margo Esis. Sedangkan total keseluruhan yang ditanam sebanyak 200 pohon untuk se-Kabupaten Trenggalek,” ungkap AKBP Ridwan Maliki, Selasa, 21 April 2026.

Menurut dia, pemilihan jenis tanaman beringin untuk kawasan lahan kritis atau daerah rawan kekeringan, bukannya tanpa alasan.

Sebab, pohon tersebut memiliki daya tahan hidup lebih kuat, serta mudah beradaptasi dengan lingkungan.

Akarnya menyebar mencengkeram tanah dan bisa menyerap air dalam kapasitas besar, sehingga mampu mencegah terjadinya tanah longsor.

Selain itu, masih kata Kapolres, tanaman dari genus ‘ficus benjamina‘ ini juga punya kelebihan menyimpan atau menampung air.

“Beringin cepat tumbuh besar, mempunyai kemampuan menyerap air dalam jumlah banyak, bisa mencegah tanah longsor. Sekaligus memberikan manfaat ekologis pada masa mendatang,” ujarnya.

Maka, ke depannya kawasan yang ditanami sangat berpotensi menjadi sumber mata air bagi daerah di sekitar.

“Harapan ini sejalan dengan banyaknya wilayah Trenggalek yang masuk daerah rawan kekeringan,” imbuh AKBP Ridwan.

BACA JUGA :  Satlantas Trenggalek Ajak Para Pelajar Tertib Lalu Lintas

Dirinya menandaskan, meski proses manfaat tersebut akan berdampak nyata sekitar 10-30 tahun mendatang, setidaknya telah ada aksi nyata.

Lahan-lahan yang awalnya kering, mulai sekarang harus dihijaukan bersama.

Sebagaimana dirintis oleh tokoh lingkungan di lereng Gunung Lawu.

Dari yang semula kawasan tandus, kini jadi subur dengan pasokan air yang melimpah.

“Aksi ini terinspirasi dari perjuangan Mbah Sadiman, beliau selama puluhan tahun menanam pohon beringin di lereng Gunung Lawu. Saat ini manfaatnya telah dirasakan oleh masyarakat sekitarnya. Semoga bisa menular ke Trenggalek,” harapnya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini