Foto: Ilustrasi nelayan dihantam ombak (Mondes/Istimewa) REMBANG – Mondes.co.id | Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Kabupaten Rembang.
Seorang nelayan bernama Sokirin (58), yang akrab disapa Mbah So, warga Desa Pandangan Wetan RT 02 RW 01, Kecamatan Kragan, dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari sampannya dan hanyut terbawa arus laut yang kuat.
Menurut keterangan dari masyarakat, Nyoto Utomo, peristiwa tersebut bermula pada Sabtu (6/6/2026) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.
Saat itu, kondisi cuaca di perairan setempat sedang kurang bersahabat, akibat adanya gelombang tinggi atau ombak timur.
“Korban awalnya berniat untuk mengamankan sampan miliknya yang bersandar di dermaga. Rencananya, sampan tersebut akan dipindahkan ke aliran sungai perbatasan antara Desa Pandangan Kulon dan Desa Sumur Tawang agar lebih aman dari terjangan ombak timur yang cukup kuat,” ujar Nyoto Utomo.
Namun, kekhawatiran melanda pihak keluarga dan warga setempat setelah Mbah So tidak kunjung kembali hingga siang hari.
Kecurigaan bahwa korban mengalami kecelakaan di tengah laut semakin menguat setelah perahu miliknya ditemukan terombang-ambing tanpa awak.
“Sampan milik korban ditemukan warga di wilayah perairan Pandangan, tepatnya di area belakang bangunan SMA setempat. Setelah diperiksa, korban sudah tidak ada di atas perahu. Berdasarkan kondisi di lapangan, korban diduga kuat terjatuh lalu hanyut terbawa arus,” lanjut Nyoto Utomo.
Hingga berita ini diturunkan, keberadaan Mbah So masih misterius.
Pihak relawan, warga nelayan sekitar, bersama aparat terkait langsung bergerak cepat melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan sampan hingga ke arah barat mengikuti arah arus laut.
“Saat ini warga bersama tim gabungan dan pihak terkait masih terus melakukan upaya pencarian di sepanjang pesisir dan tengah laut. Kami berharap cuaca bisa bersahabat agar proses pencarian berjalan lancar dan korban bisa segera ditemukan,” pungkas Nyoto Utomo.
Warga diimbau untuk tetap waspada saat beraktivitas di laut, mengingat kondisi ombak timur dalam beberapa hari terakhir kerap datang secara tiba-tiba dengan kekuatan yang cukup besar.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar