Kendalikan Kwangwung, Petani Kopyor Diminta Perhatikan Sanitasi

waktu baca 2 menit
Jumat, 12 Nov 2021 10:20 0 6 mondes

PATI-Mondes.co.id| Menanggapi masalah serangan hama yang menyerang tanaman kelapa kopyor di Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti Balai Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (BPTPHP) Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah langsung turun tangan. Diketuai langsung Pimpinan Laboratorium Perkebunan BPTPHP, Misqiyati menyerahkan alat perangkap kwangwung kepada petani kopyor.

Misgiyati menyebut, serangan hama kwangwung yang dihadapi petani bisa dikarenakan sejumlah faktor. Kepada petani kelapa kopyor ia menegaskan pentingnya kebersihan lingkungan kebun. Mengingat kwangwung berkembang biak pada sampah organik.

“Hari ini kita menyerahkan 25 unit alat perangkap kwangwung. Selain itu, kita juga memberikan 40 kilogram bubuk Metarhizium anisopliae untuk membasmi kwangwung di sarangnya,” ujar Misgiyati.

Pihaknya berharap, selain membasmi hama yang ada petani juga memperhatikan sanitasi lingkungan. Karena apabila di sekitar kebun ada tumpukan sampah maka akan menjadi sarang yang potensial bagi tumbuh kembangnya kwangwung.

“Selain lokasi kebun yang memang harus bersih, sanitasi di sekitar lokasi pohon kelapa juga harus diperhatikan. Apalagi jika di sekitar kebun ada peternakan sapi, maka harus ada komunikasi yang baik dengan pemilik peternakan. Karena kwangwung sangat suka berkembang biak pada media kotoran sapi,” jelasnya.

Menurutnya, yang harus menjadi perhatian adalah lokasi penempatan perangkap. Karena sifatnya yang mengundang hama kwangwung harus diperhatikan adalah lokasi penempatan dan arah angin.

“Diusahakan penempatan perangkap ini di tepi kebun. Dan untuk arah angin juga harus diperhatikan. Jika arah angin dari arah barat maka posisi penempatan perangkap ditempatkan di sisi barat kebun. Agar kwangwung yang datang bisa masuk ke dalam alat dan tidak masuk ke lokasi kebun,” jelasnya.

Diketahui, beberapa waktu terakhir ini petani kopyor di Kecamatan Dukuhseti dibuat resah dengan serangan masif hama kwangwung. Bahkan, akibat serangan serangga bertanduk ini, ratusan pohon kelapa kopyor produktif mengering dan akhirnya mati.

(Ed/Mondes)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *