TAGIH JANJI: Kakak korban pembunuhan di Sukolilo saat diwawancarai awak media. (Mondes/Singgih)
PATI – Mondes.co.id | Sela Dewi, kakak korban pembunuhan di tragedi Meron Sukolilo masih menyuarakan keadilan lantaran pelaku pembunuh adiknya bernama Damas Adi Prasetyo tak kunjung ditangkap Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati. Kemarin ia datang bersama masyarakat Desa Sukolilo untuk menagih janji kepolisian yang kabarnya telah memberikan atensi khusus pada pengusutan kasus tersebut.
Menurutnya polisi telah mengantongi nama pelaku pembunuh adiknya. Sayangnya, kepolisian belum juga menangkap pelaku tersebut.
“Tidak ada upaya penangkapan pelaku padahal surat DPO (Daftar Pencarian Orang) sudah keluar, ada nama, ada alamat, kenapa tidak dilakukan pengejaran? Kenapa sampai sekarang diam?” ucapnya.
Sejauh ini ia sudah tiga kali menagih janji Polresta Pati di era Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi. Namun, titik terang pelaku tak kunjung ditangkap meski sudah dijanjikan akan segera ditangkap.
“Kata penyidik dijanjikan kalau ke sini nanti kita lakukan pengejaran. Kasusnya jadi atensi khusus, tapi khusus apa? Mungkin atensi khusus yang punya uang,” ungkapnya.
Ia dan keluarga berharap Polresta Pati bertindak cepat. Dan, jika tidak segera ditangkap, ia meminta agar Kombes Pol Jaka Wahyudi mundur dari jabatan Kapolresta Pati.
“Harapan saya dan keluarga tangkap pelaku utama pembunuhan adik saya, udah ada nama. Tuntutannya ke Kapolresta Pati, kalau tidak mampu pergi saja dari Pati,” tegasnya.
Di sisi lain, polisi masih kesulitan menangkap pelaku lain. DIterangkan bahwa masih ada pelaku lain yang kini dikejar.
“Kasus Sukolilo sudah ada DPIO, polisi nyari orang kan susah, apalagi kalau identitas ganti kami sulit. Sudah ada persidangan, ada satu orang diduga ada pelaku lain,” terang Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota (Wakapolresta) Pati, Kompol Anwar.
Redaksi
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar