Jelang Akhir Liburan, Satlantas Trenggalek Giat Sosialisasi Interaktif ke Sekolah

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Jul 2026 16:08 0 53 Heru Wijaya

TRENGGALEK – Mondes.co.id | Mendekati berakhirnya masa libur panjang sekolah, jajaran Polres Trenggalek mulai menggiatkan kembali sosialisasi edukatif.

BHAYANGKARA 80

Salah satunya, melalui program Police Goes to School dengan sasaran para pelajar di berbagai jenjang pendidikan.

Sebagaimana dilaksanakan pada Madrasah Aliyah (MA) Darunnajah, Kelurahan Kelutan yang radius aktivitas siswa-siswinya cenderung dekat ke area kota.

Beberapa petugas dari Unit Kamsel, Satlantas Polres Trenggalek diterjunkan untuk memberikan pembekalan, sekaligus menyampaikan berbagai informasi seputar kelalulintasan.

Dikonfirmasi Mondes.co.id, Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Kharisma Afriansyah, menyampaikan bahwa kegiatan dimaksud (Police Goes to School) merupakan bagian dari program unggulan kepolisian terstruktur.

Tujuan substansialnya, untuk membangun karakter dan menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas kepada khalayak.

“Guna membangun budaya tertib berlalu lintas bagi generasi muda khususnya kalangan pelajar,” ujar AKP Kharisma, Kamis, 9 Juli 2026.

Hal tersebut, lanjut dia, bukan tanpa alasan, mengingat pelajar merupakan generasi masa depan Indonesia yang tentunya harus disiapkan sejak dini.

Di sisi lain, berdasarkan data yang ada tercatat mayoritas angka pelanggaran lalu lintas didominasi oleh cluster pelajar.

“Oleh sebab itu, edukasi pelajar masih menjadi salah satu prioritas. Di samping pula kelompok rentan lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kanit Kamsel, Satlantas Polres Trenggalek, Aiptu Yono, menambahkan kehadirannya bersama tim di MA Darunnajah adalah sebagai narasumber utama.

Bersamaan dengan diselenggarakannya acara masa taaruf santri madrasah (Matsama).

“Yang kita sampaikan materi ringan-ringan saja, soal tertib berlalu lintas dan pentingnya keselamatan berkendara,” jelas jelas Aiptu Yono.

BACA JUGA :  Siswi MTsN 1 Pati Kantongi Medali KMSI Nasional 2022

Metode yang diterapkan, sambung Kanit Kamsel, kalau di level sekolah itu harus dibedakan.

Agar lebih mudah diterima oleh para pelajar, maka mengutamakan pola pendekatan interaktif dua arah.

Dengan diselingi permainan-permainan menarik, serta memberikan contoh kasuistik yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau teori seperti pembelajaran rutin dalam kelas, mungkin cepat membosankan. Jadi, dipakailah metode yang sesuai serta lebih mudah difahami. Namun pesan yang disampaikan bisa mengena dan menginspirasi,” harapnya.

Lewat agenda-agenda seperti ini, tandas Kanit Kamsel, akan lebih mudah terbangun kesadaran kolektif terutama siswa-siswi.

Kemudian, pelajar-pelajar itu bisa terpicu memiliki rasa tanggung jawab dan disiplin dalam berkendara.

“Tertib yang berawal dari hati akan bisa menumbuhkan kesadaran mandiri untuk memicu kultural kolegial. Bukan hanya karena takut ketika ada petugas saja,” pungkas Aiptu Yono.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini