Ironis!! Oknum Kades di Pati Diduga Tilep Uang Haul Mbah Lebe, Ketahuan Warganya Baru Dikembalikan

waktu baca 3 menit
Senin, 14 Jun 2021 07:35 0 431 mondes

PATI-Mondes.co.id| Perilaku tak patut yang dilakukan oknum Kades di Pati sungguh mencengangkan. Pasalnya anggaran Haul di desanya sebesar Rp 5 juta diduga ditilep selama hampir setahun, hal ini menuai polemik di masyarakat.

Hal ini terjadi, dalam rangka Haul yang dilaksanakan rutin setiap setahun sekali di Punden Chauliyyah Mbah Lebe Kanjeng Raden Haryo Rengganis, Desa Karaban Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dengan menggunakan dana Pendapatan Asli Desa (PAD) tahun 2020.

Pasalnya, dana yang sudah di plot melalui Pendapatan Asli Desa (PAD) untuk kegiatan tersebut sebesar Rp 5 juta pada tahun 2020 diduga mengendap di dompet oknum Kades. Hal ini dibuktikan, bahwa keterlambat yang diberikan ke panitia lantaran menganggap kegiatan Haul telah di tiadakan.

Sementara, Kepala Desa Karaban (Kades) Kusnan, berdalih bahwa anggaran tersebut, tidak diberikan dengan alasan tidak ada kegiatan, padahal dari bukti dokumentasi dari berbagai pihak menyebutkan bahwa kegiatan itu sudah terlaksana pada tahun lalu. Bahkan persoalan ini sudah terselesaikan hingga dirinya di panggil oleh Kasi Datun Kejaksaan Negeri Pati.

“Saya sudah koordinasikan hal ini sama Kasi Datun, itu kegiatan Haul mbah Lebe tidak ada kegiatan dan uang yang di plot nantinya akan dimasukan ke Silpa mas,” ungkap Kepala desa Karaban Kusnan melalui telepon whatsapp, Kamis (10/6/21).

Secara terpisah, Ketua Panitia Haul Mbah Lebe Mustofa saat dikonfirmasi awak media mengenai kegiatan itu, pihaknya mengaku bahwa kegiatan itu ada, hanya saja karena situasi Covid-19, acaranya tidak seperti dengan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Operasi Ketupat Candi 2022, Polres Blora Siapkan 5 Pos Pam Dan Pos Yan

“Kegiatan Haul itu ada dokumentasinya mas, berupa video, foto, dan soal anggaran juga sudah ada laporan pertanggung jawaban (LPJ), namun uangnya belum diberikan sampai saat ini,” ungkap Mustofa kepada awak media, Jumat (11/6/21).

Dari informasi yang dihimpun awak media saat mendatangi lokasi, salah satu warga Desa Karaban yang tidak mau disebutkan namanya juga ikut membenarkan adanya kegiatan Haul, pada Tahun 2020 lalu. Namun yang disayangkan hingga pelaksanaan Haul tiba, dana itu belum diberikan Kades Kusnan. Dirinya menambahkan, dari keterangan warga saat ini Kades Karaban Kusnan telah memberikan uang sebesar Rp 5 juta ke panitia Haul disertai tanda terima kwitansi. Pada, Sabtu (12/6/2021).

“Iya, dana jatah Haul sudah dikembalikan pak inggi (Kades-red), persoalan ini sudah santer menjadi rumor dimasyarakat, apalagi saat ini akan ada pelaksanaan Haul di tahun ini,” tandasnya.

Sementara, Aktivis dan juga Pemperhati kebijakan saat ditemui awak media terkait polemik di Desa Karaban juga ikut memberikan tanggapan, persoalan ini tidak perlu terjadi, apalagi menyangkut kegiatan Haul. Walau hanya Rp 5 juta yang di anggarkan namun apa yang di lakukan Kades Karaban tidak memberikan contoh yang baik oleh warganya. Apa yang dilakukan termasuk percobaan tindak pidana walau nilai kecil.

“Ini persoalan kecil, namun unsur percobaan tindak pidananya ada, seharusnya hal semacam ini diberikan sanksi, jika sudah menyangkut uang negara APH wajib bertindak, agar ada efek jera bagi semua pengelola keuangan Desa,” tandas salah satu Aktivis kantornya.

(Dony/Mondes)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini