Foto: Founder Astuti Foundation, Padina Mahardikasari ketika diwawancarai awak media (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Yayasan yang konsen bergerak untuk perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Pati, Astuti Foundation siap mendampingi korban dan saksi atas kejadian kekerasan seksual di Pondok Pesantren (Ponpes) wilayah Pati.
Diketahui, tindak kekerasan tersebut terjadi di Ponpes yang berada di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.
Astuti Foundation menerima segala aduan dan laporan dari berbagai pihak untuk memudahkan penanganan kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan Ponpes itu.
Padina Mahardikasari, selaku Founder Astuti Foundation berupaya memberikan pendampingan korban tindak kekerasan seksual dengan berbagai langkah, termasuk membantu pemulihan korban hingga memastikan pelaku mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya.
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak & Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati untuk mengumpulkan data-data terkait penelusuran kasus itu.
Pihaknya juga sudah menemui pengurus Ponpes untuk kooperatif dalam mempertanggungjawabkan perilaku salah satu oknum pengasuh.
“Kami bersama Dinsos dan Kemenag mengunjungi ponpes terkait pelecehan seksual. Di sana kami lihat keadaan anak-anak dan pengasuh pondok, saya juga masuk ke asrama. Kita baru minta data-data anak yang di Ponpes, baik laki-laki dan perempuan,” ungkapnya kepada awak media, Sabtu, 2 Mei 2026.
Pihaknya berkomitmen mengawal kasus ini sampai dengan tuntas.
“Astuti Foundation mengkawal kasus ini bersama Dinsos dan Kemenag cepat selesai, kalau terbukti bersalah dihukum yang sesuai. Kita dari awal berpihak pada korban,” tegasnya.
Ia prihatin dengan adanya tindak kekerasan di lingkungan pendidikan yang seharusnya memberikan ruang aman bagi anak didik.
Dikhawatirkan, kekerasan seksual tersebut memberikan luka mendalam bagi mental korban yang mayoritas dari kalangan tidak mampu.
“Kami punya tenaga psikolog, maka bagi yang mau konsultasi psikologi untuk pemulihan mental korban bisa ke Astuti Foundation. Astuti Foundation membuka posko pengaduan kalau ada korban lain yang mengalami atau yang melihat bisa lapor melalui DM (Direct Message) Instagram kami @astuti.foundation,” jelasnya.
Dirinya mengimbau masyarakat menjaga kondusifitas agar para santri tetap terjaga tanpa ada ketakutan.
Pasalnya, ratusan santri dan santriwati keamanan dan keselamatannya harus dilindungi.
“Saya imbau masyarakat kawal kasus dengan aman, damai dan proses sebenar-benarnya, yang dilindungi ndak cuma korban, juga ada anak-anak Ponpes yang keamanan dan keselamatannya harus kita lindungi. Jangan sampai kita terprovokasi sampai menimbulkan masalah baru,” pesannya.
Dalam pantauan di Ponpes, kegiatan belajar-mengajar masih berjalan normal, terlihat pula santri aktif berkegiatan dengan baik.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar