Foto: Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil & Menengah (Dinkop UMKM) Kabupaten Pati, Siti Subiati saat meninjau kesiapan gerai KDMP di Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Pati (Mondes) PATI – Mondes.co.id | Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Banyutowo, menjadi satu-satunya koperasi di Kabupaten Pati yang terintegrasi dengan Kampung Nelayan.
Untuk selanjutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati juga sudah mengajukan beberapa desa lain sebagai Kampung Nelayan.
Mengingat, potensi maritim Kabupaten Pati sangat menjanjikan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil & Menengah (Dinkop UMKM) Kabupaten Pati, Siti Subiati saat meninjau kesiapan gerai KDMP di Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Pati, Jawa Tengah pada Rabu 22 April 2026.
Dikatakan, pemerintah pusat menargetkan operasional KDMP di tiap daerah sudah berjalan 98 persen.
Meskipun, secara kelembagaan KDMP di Kabupaten Pati sudah ditetapkan 100 persen, dengan jumlah total 406 koperasi yang terdiri 401 KDMP dan 5 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
“Pendirian Koperasi Desa di Pati per 24 Mei 2025 kemarin sudah selesai 401 KDMP dan 5 KKMP secara kelembagaan telah selesai. Sebanyak 406 koperasi sudah berdiri secara kelembagaan, sedangkan untuk operasional ditargetkan sesuai target provinsi, maupun nasional 98 persen koperasi berjalan,” terangnya.
Terpantau, sejauh ini banyak KDMP di Kabupaten Pati yang telah menjalankan salah satu gerainya secara masif, yakni gerai Laku Pandai.
“Dari 406 sudah beroperasi di usaha lain-lain yaitu agen Laku Pandai, tetapi cleansheet operasional lebih luas, sehingga baru 98 persen KDMP berjalan,” tuturnya.
Pihaknya melakukan pendampingan kepada pengurus KDMP di Kabupaten Pati, mulai dari pembentukan sampai dengan pelaporan pertanggungjawaban.
Pendampingan untuk pengurus KDMP dilakukan oleh Dinkop UMKM Kabupaten Pati, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Kementerian Koperasi (Kemenkop), serta Project Management Officer (PMO).
“Kami dari Dinas Koperasi melakukan pendampingan dari beberapa segi, pertama sisi penguatan legalitas pada saat pembentukan kami bersama notaris melakukan pendampingan proses pendirian. Kemudian, pendampingan untuk pembentukan kelembagaan dan tata kelola, dinas memberikan pendampingan pengurus melakukan laporan dalam mengelola koperasi secara panduan operasional,” ungkap wanita yang kerap disapa Atik.
Selain itu, Dinkop UMKM Kabupaten Pati juga memberikan penguatan dari segi pembiayaan KDMP terkait.
Serta memberikan penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengurus KDMP.
“Kemudian ada juga penguatan dari sisi pembiayaan, kami memfasilitasi manakala diperlukan permohonan pembiayaan. Penguatan SDM di 2025 lalu kami sudah melakukan pelatihan SDM bagi pengurus KDMP, bekerja sama dengan Kemenkop dan Diskop UKM Jateng,” paparnya.
Perlu diketahui, KDMP menjadi program prioritas nasional, maka dari itu berbagai pihak diharapkan bersinergi menyukseskan KDMP.
Diharapkan, para pihak dapat mendukung KDMP ini, sehingga dapat memudahkan masyarakat atau konsumen memenuhi kebutuhan hidup mereka secara terjangkau.
“Sesuai arahan Presiden karena KDMP merupakan program prioritas nasional, kita bersama-sama sukseskan dengan sinergi seluruh pihak. KDMP dapat didorong berkerja sama dengan dapur MBG (Makan Bergizi Gratis), Pertamina Patra Niaga, PT Pupuk Indonesia, dan teman-teman UMKM agar memberikan ruang meningkatkan perekonomian skala desa, lebih luas hingga peningkatan ekonomi secara nasional,” pungkas Atik.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar