Foto: Ilustrasi persiapan keberankgkatan jemaah haji Jepara (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Jumlah jemaah haji asal Kabupaten Jepara tahun 2026 tercatat sebanyak 1.542 orang.
Jumlah ini setelah dilakukan penyesuaian akibat adanya jemaah yang meninggal dunia, serta penundaan keberangkatan karena kondisi kesehatan.
Pemberangkatan jemaah dijadwalkan mulai 3 Mei 2026 dan dilakukan secara bertahap dalam beberapa kloter melalui embarkasi, dengan pengaturan waktu ketat sejak dari Pendopo hingga asrama haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Siti Zuliyati, menjelaskan bahwa jemaah Jepara terbagi dalam kloter 36 hingga 40, serta satu kloter tambahan.
“Kloter 36 menjadi rombongan pertama yang diberangkatkan pada 3 Mei 2026 dini hari,” jelasnya, Sabtu (12/4/2026).
Selanjutnya, kloter 37 dan 38 diberangkatkan di hari yang sama.
Sementara kloter 39 dan 40 menyusul pada 4 Mei 2026.
Adapun kloter terakhir dijadwalkan berangkat pada 20 Mei 2026.
Penerbangan menuju Arab Saudi berlangsung pada 4 hingga 5 Mei 2026, menyesuaikan jadwal masing-masing kloter.
Zuliyati menambahkan, jadwal kepulangan jemaah dimulai pada 15 Juni hingga 1 Juli 2026 dengan waktu kedatangan berbeda di tiap kloter sebelum kembali ke Jepara.
Selain pemberangkatan, panitia juga telah menetapkan jadwal penerimaan dan pengiriman koper jemaah.
Sementara, koper jemaah akan mulai diterima pada Jumat, 1 Mei 2026 di Aula dan area Parkir Timur Kantor Kementerian Agama Jepara.
“Proses penerimaan dibagi dalam dua sesi, guna menghindari penumpukan,” kata dia.
Selanjutnya, koper akan diberangkatkan ke embarkasi pada 3 Mei 2026 dengan estimasi tiba sekitar pukul 00.30 WIB.
Petugas dijadwalkan mulai bertugas pada pukul 06.00 WIB di hari yang sama untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar.
Panitia menegaskan sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi jamaah.
Yakni, wajib menempati bus sesuai nomor yang telah ditentukan
Tidak diperkenankan berpindah bus tanpa koordinasi petugas.
Dilarang turun sebelum tiba di Pendopo saat kepulangan.
Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi lapangan.
Dengan jadwal yang padat dan terstruktur, jemaah diimbau menjaga kesiapan fisik, kelengkapan administrasi, serta disiplin waktu.
Penyesuaian jumlah jemaah ini menjadi catatan penting, sekaligus memastikan seluruh proses pemberangkatan berjalan lebih akurat, tertib, dan sesuai kondisi riil di lapangan.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar