Ahmad Luthfi Berbagi Ilmu Kepemimpinan kepada Para Wali Kota di Sumatera

waktu baca 3 menit
Kamis, 23 Apr 2026 11:03 0 49 Dian A.

JATENG – Mondes.co.id | Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berbagi ilmu kepemimpinan daerah dalam acara seminar nasional “Best Practice Kepemimpinan Daerah”.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Acara ini berlangsung di Gedung AAC Prof Dr Dayan Dawood, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, kemarin.

Kegiatan itu dalam rangka perayaan Hari Jadi ke-821 Kota Banda Aceh dan pelaksanaan Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) tahun 2026.

Dalam seminar itu, dihadiri oleh seluruh wali kota wilayah Sumatera bagian Utara, meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat.

ketua pgri

Selain itu, juga diikuti oleh masyarakat umum dan mahasiswa.

Saat menjadi narasumber pada seminar tersebut, Ahmad Luthfi membeberkan sejumlah praktik baik yang sudah dilakukan di Provinsi Jawa Tengah selama ia memimpin.

Di antaranya mengenai collaborative government (pemerintahan kolaboratif).

Dalam hal ini, ada kolaborasi gubernur dengan 35 bupati/wali kota di Jawa Tengah dalam upaya pembangunan daerah.

Selain itu, upaya mengintegrasikan program pemerintah pusat dengan program-program di tingkat provinsi dan masing-masing kabupaten/kota.

“Jadi, kita membentuk super team dalam membangun suatu daerah, tidak boleh ada ego sektoral. Satu daerah dengan daerah lain tumbuh bersama,” katanya saat menyampaikan paparan.

Kolaborasi antar daerah tersebut juga terkait dalam hal menciptakan wilayah aglomerasi.

Tidak hanya antar kepala daerah saja, tetapi juga dengan stakeholder lainnya.

Sebagai contoh, pada tahun 2025 wilayah aglomerasi Soloraya yang meliputi 7 kabupaten/kota menggelar event Soloraya Great Sale (SGS).

BACA JUGA :  Angkatan Kerja di Pati Terserap Lewat Berbagai Loker, Salah Satunya HWP

Dalam satu bulan, tercatat jumlah nilai transaksi mencapai Rp10,7 triliun.

Luthfi juga menegaskan bahwa seorang kelapa daerah, baik itu gubernur, bupati, maupun wali kota, memiliki peran sebagai manajer marketing.

Artinya, kepala daerah harus menguasai potensi daerahnya untuk kemudian ditawarkan kepada investor dalam maupun luar negeri.

Praktik tersebut sudah dilakukan di Jawa Tengah, sehingga berhasil mencatatkan nilai realisasi investasi pada 2025 mencapai sekitar Rp88,5 triliun.

Dalam setiap kunjungan ke provinsi lain, negara lain, atau pertemuan dengan duta besar negara sahabat, Ahmad Luthfi mengajak sejumlah bupati dan wali kota, Kadin, Hipmi, dan lainnya.

Tujuannya untuk mempromosikan potensi daerah dan menjajaki peluang kerja sama atau investasi.

Terkait investasi itu, Luthfi menjelaskan bahwa penting untuk menetapkan lahan-lahan khusus untuk kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus.

Tentu saja tanpa mengubah lahan sawah dilindungi (LSD) yang juga menopang swasembada pangan.

Kolaborasi juga dilakukan dengan perguruan tinggi di Jawa Tengah, tercatat sudah ada sekitar 111 perguruan tinggi yang menjalin MoU (nota kesepahaman) dengan Pemprov Jateng.

Kontribusi perguruan tinggi sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah.

Di samping itu, beberapa praktik baik di Jawa Tengah yang dipaparkan Ahmad Luthfi juga meliputi sektor kesehatan dengan program dokter Spesialis Keliling (Speling) yang diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Praktik pengentasan kemiskinan yang dilakukan dengan kolaborasi berbagai pihak.

Meliputi program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penanganan stunting, sekolah gratis untuk anak dari keluarga miskin, bantuan modal usaha, dan lainnya.

Kemudian terkait penanganan tingkat pengangguran terbuka (TPT) dengan memaksimalkan link and match, serta kerja sama antar perusahaan dengan sekolah-sekolah vokasi, seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Balai Latihan Kerja (BLK), Politeknik, dan sebagainya.

BACA JUGA :  Sidak ke Jakenan, Komisi A DPRD Pati Soroti Kinerja Perangkat Desa Mangkir

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini