Foto: Keindahan wisata Kepulauan Karimunjawa (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bergerak cepat untuk menyelamatkan sekaligus memaksimalkan potensi Kepulauan Karimunjawa.
Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Pemkab resmi membentuk tim khusus untuk mengawal cetak biru pariwisata yang ramah lingkungan dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat lokal.
Pemkab Jepara mensosialisasikan Surat Keputusan (SK) Bupati Jepara Nomor 500.13.2.1/103 Tahun 2026 tentang Tim Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Karimunjawa.
Tidak main-main, tim ini langsung dipecah menjadi 6 Kelompok Kerja (Pokja) spesifik.
Yakni, Pokja Penguatan Kelembagaan, Pokja Sumber Daya Manusia (SDM), Pokja Penguatan Sarana dan Prasarana, Pokja Sosial Budaya, Pokja Sumber Daya Alam (SDA), dan Pokja Promosi dan UMKM.
Kepala Disparbud Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, menegaskan pembentukan tim lintas sektor ini adalah respons nyata untuk menyatukan visi dalam menjaga Karimunjawa.
Menurutnya, popularitas Karimunjawa harus diimbangi dengan manajemen proteksi yang kuat agar ekologinya tidak rusak.
“Karimunjawa merupakan aset pariwisata luar biasa yang harus dikelola secara berkelanjutan. Melalui tim ini, kami ingin memastikan setiap pemangku kepentingan memiliki peran yang jelas dan saling bersinergi. Goal-nya adalah menyusun langkah nyata agar roda ekonomi pariwisata tetap berputar tanpa mengorbankan aspek sosial budaya dan kelestarian lingkungan,” ujar Ali optimis, Rabu (1/7/2026).
Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial.
Setelah sosialisasi SK Bupati, acara langsung dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok intensif berdasarkan bidang masing-masing pokja.
Setiap Pokja ditantang untuk menguliti berbagai isu sensitif dan tantangan riil yang dihadapi Karimunjawa saat ini, mulai dari masalah sampah, kapasitas kunjungan (carrying capacity), kesiapan SDM lokal, hingga perlindungan ekosistem bawah laut.
Dari diskusi tersebut, masing-masing Pokja berhasil merumuskan rencana aksi konkret.
Rencana ini akan menjadi kompas dan pedoman pelaksanaan program kerja selama tiga tahun ke depan.
Melalui kolaborasi terpadu ini, Pemkab Jepara berharap Karimunjawa tidak hanya naik kelas dalam hal daya saing global, tetapi juga menjelma menjadi model percontohan wisata berkelanjutan (sustainable tourism) di Indonesia, di mana alamnya tetap lestari dan masyarakat lokalnya makin sejahtera.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar