Misteri Sosok Mbah Suro dan Sumur Tua Tak Pernah Kering di Kedungwatu

waktu baca 3 menit
Jumat, 29 Mei 2026 12:08 0 177 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Sebuah sumur tua di Dusun Kedungwatu, Desa Kedungasem, Kecamatan Sumber, menyimpan kisah mistis dan sejarah panjang yang melegenda.

Sumur yang konon telah berusia ratusan tahun ini kembali menjadi perbincangan hangat karena sumber airnya yang melimpah dan dipercaya memiliki keterikatan gaib dengan leluhur desa.

​Kisah sumur ini tak lepas dari salah satu sosok yang diyakini warga dengan nama julukan Mbah Suro, seorang penggembala kerbau yang hidup ratusan tahun lalu.

Kala itu, Dusun Kedungwatu dilanda kekeringan panjang yang membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Dalam kondisi serba sulit, Mbah Suro tertidur di galengan (pematang) sawah.

Dalam tidurnya, ia bermimpi melihat sebuah runduk yuyu (lubang kepiting sawah) yang memancarkan sumber mata air.

Setelah terbangun, Mbah Suro langsung menggali lokasi dalam mimpinya tersebut.

Menakjubkan, baru digali sedalam satu meter, air langsung memancar dengan sangat deras hingga meluber ke mana-mana.

​Karena air yang keluar terlalu melimpah dan tak terkendali, warga zaman dahulu sempat menyumbat sumber tersebut menggunakan duk (ijuk) sebanyak satu cikar (gerobak sapi), agar aliran airnya mengecil.

​Seiring berjalannya waktu, tindakan menyumbat sumber air tersebut justru membuat sumur perlahan mati.

Pada tahun 2007, sumur tua ini bahkan sempat terbengkalai dan dilupakan.

​Namun, sejarah tidak membiarkan sumur itu terkubur.

Seorang warga Kedungwatu yang diyakini masih keturunan langsung Mbah Suro, mendapatkan mimpi serupa yang berulang-ulang.

Dalam mimpi tersebut, sesosok misterius meminta agar sumur tua peninggalan Mbah Suro itu kembali dirawat dan dibersihkan.

BACA JUGA :  Bantuan Keuangan Sarpras Perdesaan, Rp 32,82 M Digulirkan

​Merespons cerita rakyat dan kegelisahan warga, Kepala Desa Kedungasem, Zulianah, mengambil tindakan pada September 2023.

Atas saran dari sesepuh desa, sebelum sumur dibuka kembali, pemerintah desa dan warga menggelar doa bersama serta tahlilan.

​Namun, proses pembersihan sumur tidak berjalan mudah.

Nuansa mistis menyelimuti proses pengurasan sumur tua tersebut.

​”Waktu itu sumur mau dikuras menggunakan empat mesin disel sekaligus, tapi anehnya air tidak kunjung surut,” ungkap Kepala Desa Kedungasem, Zulianah, saat memberikan keterangan, Jumat (29/5/2026).

​Melihat kejanggalan tersebut, Zulianah kemudian mendekat dan memegang bibir sumur sambil berbisik lirih, “Tak rawat ya, kamu kenapa didisel tidak habis-habis airnya?”

​Seketika setelah mengucapkan kalimat tersebut, Zulianah langsung pingsan tak sadarkan diri.

Warga yang panik segera menggotongnya ke area sekitar sumur sebelahnya.

Uniknya, setelah sang Kades sadar, air sumur ajaib itu mendadak bisa dikuras dengan lancar.

Pembersihan bagian dalam sumur pun akhirnya diserahkan kepada warga yang diyakini masih keturunan Mbah Suro, demi kelancaran prosesnya.

​Kini, sumur tua peninggalan Mbah Suro telah kembali berfungsi normal dan menjadi berkah bagi masyarakat sekitar.

Airnya yang melimpah dimanfaatkan secara aktif oleh warga untuk mengairi lahan pertanian, terutama saat musim kemarau tiba.

​Selain untuk pertanian, sumur ini juga masih memegang nilai sakral bagi sebagian kelompok masyarakat.

​”Untuk saat ini, sumur tersebut digunakan warga untuk pertanian. Dan setiap bulan Suro, airnya selalu diambil oleh anggota perguruan pencak silat, entah digunakan untuk ritual apa kami kurang tahu,” pungkas Zulianah.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini