Sedekah Rongsok LAZISNU Penggung Ngagel, Terobosan Unik Ramah Lingkungan

waktu baca 2 menit
Senin, 27 Apr 2026 14:33 0 46 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Ranting Penggung bersama Badan Otonom (Banom) Ansor, Banser, Fatayat, serta Muslimat Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti gencarkan sedekah rongsokan untuk kemaslahatan umat.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Dengan membawa bronjong (keranjang untuk mengangkut barang), anggota LAZISNU dan Banser mengendarai sepeda motor berkeliling rumah ke rumah untuk mengambil barang rongsokan.

Biasanya, warga telah menyiapkannya di depan atau samping rumah dengan wadah karung atau ember bekas.

Sementara itu, anggota lain telah bersiap mengumpulkan dengan kendaraan pick up untuk dibawa ke posko pengumpulan barang rongsok.

ketua pgri

Menurut Ketua LAZISNU Ranting Penggung, Eko Wahyudi, pengambilan barang rongsokan ini dilakukan secara berkala 2 pekan sekali pada hari Jumat, 24 April 2026.

“Untuk hari ini adalah pengambilan rosok yang ketiga kalinya. Dimulai RT 1 sampai ke RT 7 di Pedukuhan Penggung,” ungkapnya.

Setelah terkumpul, lanjut Eko, nantinya barang-barang rongsokan ini akan dipilah sesuai dengan jenis material atau bahan bakunya.

Pemilahan tidak hanya bertujuan untuk mempermudah proses penjualan kepada pengepul, namun juga mempercepat proses daur ulang dan pengolahan sampah kembali menjadi barang yang lebih berharga.

Dalam sekali penjualan barang rongsokan, pengelola bisa mendapatkan uang Rp900 ribu hingga Rp1,3 juta.

“Uang dari hasil penjualan ini nanti kita masukkan kas LAZISNU. Kemudian dipakai untuk kegiatan sosial, seperti kematian hingga bencana alam,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris Desa (Sekdes) Ngagel, Setyo Widi Nugroho, mengapresiasi gerakan sedekah rongsok ini.

BACA JUGA :  Majukan Cabang Olahraga, Yoga Dermawan Ngaku Siap Jadi Ketua atau Penasehat

Menurutnya, ini merupakan terobosan yang baik, sehingga harus mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“Dengan adanya gerakan ini, mudah-mudahan menjadikan kemaslahatan untuk umat, khususnya di Dukuh Penggung, Desa Ngagel,” ungkap pria yang kerap disapa Yoyok.

Yoyok menyebut, sebenarnya sedekah bisa dilakukan dengan apa yang dipunya, bukan hanya dengan uang atau barang-barang berharga.

Termasuk dengan barang-barang rongsokan yang dirasa sudah tidak berguna.

“Mari kita sukseskan bersama, mudah-mudahan dengan adanya daur ulang ini bisa mengurangi sampah, khususnya yang ada di Dukuh Penggung Desa Ngagel,” pungkasnya.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini