Penderita Kusta di Pati Bisa Dirujuk ke RSUD dr Rehatta Jepara

waktu baca 2 menit
Kamis, 26 Mar 2026 11:04 0 54 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Penyakit kusta perlu diwaspadai dan dicegah, apalagi di Kabupaten Pati telah ada 11 penderita penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati berupaya mengintensifkan langkah pemeriksaan secara dini agar mencegah penyebaran penyakit kusta maupun menyembuhkan si penderita itu sendiri.

Pemeriksaan bisa dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) terdekat, guna mengatasi penyakit tersebut.

Layanan kesehatan di Kabupaten Pati pun telah berjalan masif.

ketua pgri

Di antaranya, Cek Kesehatan Gratis (CKG), Integrasi Layanan Primer (ILP), Spesialis Keliling (Speling), dan Puskesmas Peduli Desa Melayani Sepenuh Hati (Puspa Melati).

Pemberian obat dan pendampingan pasien berlangsung.

“Kita berusaha lakukan screening kesehatan, ada CKG, Puspa Melati, ILP, khusus program kusta sendiri ada Rapid Village Survei (RVS). Jadi kantung-kantung kusta, kalau desa tahun lalu banyak di Margorejo,” ujar Ketua Tim (Katim) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Pati, Yanti.

Ia memaparkan, data penderita kusta sejak awal tahun 2026 ini ada 11 orang.

Sedangkan pada tahun 2025 lalu ada sebanyak 37 orang yang menderita kusta, 5 di antaranya mengalami kecacatan.

“Pada 2025, 37 kasus penderita kusta menyebar hampir seluruh kecamatan, terbanyak di Kayen ada 6 kasus. Sedangkan, di Januari sampai dengan Maret 2026 ini ada 11 kasus penderita kusta,” terangnya kepada awak media, Kamis, 26 Maret 2026.

Dalam menindaklanjuti penyakit kusta, Dinkes Kabupaten Pati bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Rehatta, Kabupaten Jepara.

BACA JUGA :  Persijap Turun Peringkat Pasca Kalah dari Bhayangkara FC 0-2

RSUD yang berada di Desa Kelet, Kecamatan Keling itu, menjadi pusat rujukan utama pasien kusta di Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

“Dipilih desa yang banyak kusta, dilakukan screening ke orang yang mempunyai bercak. Kalau mati rasa dilakukan pemeriksaan laborat dari cuping kupingnya. Kita kerja sama dengan RSUD dr. Rehatta, Jepara,” ungkap Yanti.

Dipaparkannya bahwa penyakit kusta memang menular, tetapi ketika dilakukan pengobatan yang rutin, akan bisa sembuh.

Penderita kusta juga bisa hidup selayaknya manusia normal pada umumnya, bahkan pasien kusta dr. Rehatta diberdayakan.

“Penyakit lepra atau kusta itu bisa menular, tapi kalau diobati bisa sembuh, makanya masyarakat perlu diedukasi dan kita harus memotivasi pasien tersebut. Kalau dari pihak RSUD dr. Rehatta untuk pasien kusta diberdayakan di kampung kusta yang ada di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo,” ucapnya.

Dinkes Kabupaten Pati melarang masyarakat mengucilkan penderita kusta.

Pasalnya, penderita kusta berhak hidup aman tanpa ada stigma negatif dari masyarakat umum, terlebih mereka bisa dibina dan diberdayakan.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini