ramadan 2026

Warga Tlogowungu Demo Geruduk Dapur MBG, Sebut Ada Korupsi Pemorsian Menu

waktu baca 3 menit
Jumat, 27 Feb 2026 14:06 0 80 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Warga Kecamatan Tlogowungu yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tlogowungu Bersatu unjuk rasa di depan Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogowungu I pada hari ini, Jumat, 27 Februari 2026.

Mereka menyampaikan tuntutan atas ketidakpuasan dengan porsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah.

Aksi unjuk rasa itu diawali dengan berorasi di depan Gedung Olahraga (GOR) Desa Tlogorejo, berlanjut long march ke depan Kantor SPPG Tlogowungu I.

Demo tersebut awalnya hanya diikuti oleh 10 orang, seiring berjalannya waktu dan memanasnya suasana, warga pun ikut satu suara hingga sampai 800 orang tumpah ruah memadati jalan penghubung antara Kecamatan Tlogowungu ke arah Kota Pati.

Koordinator aksi unjuk rasa, Muhammad Ali Sobri, menegaskan aksi tersebut sebagai bentuk menyampaikan aspirasi masyarakat yang mengeluhkan MBG.

Adapun tiga tuntutan penting dalam aksi tersebut, meliputi transparansi budget makanan, perbaikan kondisi makanan, dan kepastian gizi.

“Pertama, dari menu yang dibagikan anak-anak yang kata SPPG Rp8 ribu, aliansi membuktikan harganya cuma Rp5 ribu, lantas sisa Rp3 ribu ke mana? Kedua, bahan-bahan yang dipakai, dibagikan ada buah yang telah dikonfirmasi anak ada yang busuk,” ungkapnya saat orasi di hadapan massa.

Pada menu yang dirinci pihak SPPG seharga Rp8.000, ia hanya menemukan 1 roti kering, 1 buah jeruk, dan 4 butir telur puyuh.

Ia merasa janggal kalau seluruh makanan seharga yang dirincikan.

Selain itu, pihaknya menyayangkan ketika tidak adanya ahli gizi di SPPG tersebut.

BACA JUGA :  PN Pati Gelar Wasmat Warga Binaan Lapas Kelas IIB Pati

Bahkan, masyarakat menantang pihak SPPG untuk mendatangkan ahli gizi di hadapan massa, ternyata nihil.

“Ketiga, ketika meminta ahli gizi kok tidak ada, kita minta dihadirkan ahli gizi untuk membuktikan makanan layak dikonsumsi. Kami minta ahli gizi, kalau tidak ketemu harus dihadirkan, itu kelalaian mereka! Kalau tidak ada penjelasan hari ini kita agendakan lagi (unjuk rasa),” imbuhnya.

Ia bertekad akan menggelar unjuk rasa skala besar lagi jika SPPG Tlogowungu I tidak memenuhi tuntutan mereka.

“Harapannya kalau tidak ada perbaikan kita bubarkan saja. Kalau setelah ini tidak ada kejelasan, akan ada demo dengan massa tiga kali lipat,” ucapnya.

Walaupun massa berbondong-bondong mengepung Kantor SPPG Tlogowungu, akan tetapi masyarakat yang berunjuk rasa tetap tertib.

Lalu lintas berjalan lancar dan suasana di permukaan penduduk tetap kondusif.

Di lain sisi, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tlogowungu, AKP Mujahid, mengajak agar permasalahan MBG bisa segera diselesaikan dengan bijak.

Pihak SPPG diminta agar menerima saran dan kritik dari masyarakat dengan berbesar hati.

“Demo aman, kondusif antara masyarakat dengan pihak MBG. Kami berharap masukan apabila pelaksanaan MBG ada kekurangan, ada hal-hal kurang pas, tentu masyarakat melakukan pemberian masukan kepada SPPG,” katanya saat diwawancarai awak media.

Pihaknya berkomitmen menindaklanjuti masukan dari masyarakat dengan koordinasi bersama Forum Koordinator Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tlogowungu terkait MBG ini.

Forkopimcam Tlogowungu berjanji akan menyediakan bahan menu MBG sesuai dengan anggaran dana yang tepat.

“Harapan kami Tlogowungu aman. Ini sebagai masukan Forkopimcam agar ke depan untuk penetapan harga disesuaikan,” terangnya.

Sebagai informasi, aparat keamanan yang diterjunkan mengamankan unjuk rasa ini sebanyak 115 personel yang berasal dari unsur kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

BACA JUGA :  Nostalgia di Tengah Kota Pati dengan Suasana dan Sajian Khas Tradisional

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini