HAPPY NEW YEAR

Edy Wuryanto Soroti Penonaktifan BPJS PBI di Pati

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Feb 2026 11:17 0 34 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Edy Wuryanto selaku Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengunjungi Kabupaten Pati dalam agenda reses.

Ia bersama puluhan tenaga kesehatan (nakes) datang di Desa Serutsadang, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, kemarin.

Edy menyinggung persoalan Badan Jaminan Kesejahteraan Sosial (BPJS) Kesehatan yang banyak menimbulkan gejolak di masyarakat.

Pasalnya, ada sekitar 11 juta peserta BPJS Kesehatan dari Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dinonaktifkan oleh pemerintah di awal tahun 2026.

Situasi tersebut berdampak pada jutaan masyarakat Indonesia yang secara tiba-tiba kehilangan akses pengobatan secara gratis.

Ia mendorong Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengkaji ulang kebijakan ini.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, bahkan meminta tenggat waktu sampai tiga bulan agar pemerintah mengevaluasi kebijakan ini karena menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Karena jarak antara nonaktif dengan masa berlaku dan informasi yang pendek, banyak masyarakat yang kaget tiba-tiba mereka dinonaktifkan apalagi yang punya penyakit kronis. Data 11 juta (peserta BPJS PBI), sejak November 2025 Komisi IX sudah memberikan perintah tolong diberi waktu 3 bulan mulai dari masa penonaktifan sampai masa nonaktif. Sehingga masyarakat bisa menyiapkan diri dengan baik,” kata Edy.

Pihaknya juga telah menambah anggaran untuk BPJS Kesehatan sampai Rp 20 triliun di 2026 ini.

Angka tersebut diharapkan bisa digunakan untuk mengaktifkan kembali peserta BPJS PBI yang dinonaktifkan selama tiga bulan mendatang.

BACA JUGA :  Vaksin PMK Pati Cuma Dijatah 250 Dosis, Dispertan Sarankan Beli Mandiri

Sembari melakukan verifikasi data untuk menghentikan peserta yang benar-benar tidak layak mendapatkan BPJS PBI.

“Saya harap pemerintah harus cepat tanggap agar masalah ini bisa segera selesai. Saya juga mendorong yang 11 juta ini diberi waktu tiga bulan, karena ini butuh surat bersama dari Mensos, Menkeu, dan Menkes. Diaktifkan dulu sampai tiga bulan ke depan, anggaran juga tidak besar hanya Rp1 triliun agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” sambung Edy.

Ia memaparkan bahwa Kabupaten Pati menjadi yang terbanyak dengan 59 ribu peserta BPJS PBI yang dinonaktifkan.

Disusul Kabupaten Rembang dengan 53 ribu peserta, Kabupaten Grobogan 40 ribu peserta, dan Kabupaten Blora 20 ribu peserta.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini