HAPPY NEW YEAR

Menikmati Pentas Kentrung di Kampung Seni Desa Langon

waktu baca 2 menit
Sabtu, 29 Nov 2025 17:45 0 910 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Hentakan kentrung mengalun seperti denyut lama yang kembali dibangunkan.

Ratusan warga memadati Kampung Seni RT 11 Langon, menikmati Pagelaran Seni Kentrung dan Guyub Seni 2025 yang digelar Yayasan Astro Asmoro Japara bersama warga dan berbagai kolaborator budaya.

Suasana berubah menjadi semacam halaman besar tempat ingatan, kreativitas, dan kebersamaan bersandar satu sama lain.

Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, sejarawan Peter Carey, serta sejarawan Restu Imansari.

Kehadiran para tokoh nasional dan akademisi ini menambah kilau tersendiri bagi panggung seni rakyat yang tengah berupaya bangkit di tanah Jepara.

Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, menyampaikan rasa syukurnya karena seni tradisi kembali mendapat panggung besar.

“Alhamdulillah, atas rahmat Allah SWT, malam ini kita bersama hadir merayakan Kentrung warisan yang dulu menggema di setiap pelosok desa. Kini anak-anak muda Jepara mengambil estafet pelestarian, membuktikan bahwa budaya tidak cukup dirayakan, tetapi harus diteruskan,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Ibnu Hajar sekaligus menyambut kedatangan rombongan MPR RI dan para sejarawan.

Kentrung bukan sekadar tontonan, melainkan ruang pendidikan moral dan sejarah bagi masyarakat Jepara.

Wakil Bupati menegaskan visi Jepara Mulus, terutama pada aspek pendidikan dan kebudayaan.

Pemerintah daerah, katanya, berkomitmen membuka ruang lebih luas bagi kesenian rakyat dari panggung desa, penguatan sanggar, hingga kolaborasi komunitas seni.

“Dengan seni, kita merawat identitas. Dan dengan tradisi, kita merajut masa depan,” tuturnya.

BACA JUGA :  Ramp Check Angkutan Umum di Terminal Kembangjoyo, Pastikan Keamanan Penumpang

Begitu pertunjukan dimulai, tabuhan khas kentrung berpadu narasi para pengrawit muda.

Alunan ritmis dan kisah-kisah heroik yang dibawakan, membuat penonton larut, sebagian ikut mengetuk-ngetukkan kaki, sementara yang lain merekam dengan mata yang tak berkedip.

Lampu-lampu gantung dari warga RT 11 Langon memantulkan warna keemasan menciptakan atmosfer yang hangat dan hidup.

Anak-anak duduk di pangkuan orang tua mereka, sementara para seniman senior tersenyum melihat generasi muda mengambil alih panggung tradisi yang hampir pudar.

Menjelang akhir acara, usai penampilan kolaboratif yang disambut tepuk tangan panjang, seluruh tamu undangan diajak berdiri dan berjoget bersama dengan iringan musik campur sari.

Seiringan itu, langit Jepara mekar oleh semburan kembang api.

Cahaya merah, emas, dan hijau menyulam udara malam, seakan menjadi penegas bahwa Kentrung seni yang nyaris redup itu kini kembali menyala.

Penonton bersorak, beberapa memotret, dan sebagian lagi hanya menatap ke atas sambil tersenyum puas.

Di bawah percikan cahaya itu, suasana benar-benar terasa sebagai malam budaya yang guyub, penuh harapan, dan penuh hidup.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini