Usir Aktivis Slamet Widodo Kala Audiensi Persoalan LI, Bupati Pati Minta Maaf

PATI-Mondes.co.id| Bupati Pati Haryanto dengan legowo meminta maaf kepada salah satu Senopati PGN Pati Slamet Widodo. Hal ini lantaran saat audiensi persoalan Lorok Indah (LI) beberapa waktu lalu di Mapolres Pati.

Ini disampaikan Bupati Haryanto, saat mengadakan pertemuan dengan para Pimpinan PGN Pati Raya yang dihadiri Kapolres Pati AKBP Christian Tobing, Dandim 0718/Pati Adi Ilham Zamani, Kasatpol PP Sugiyono di ruang Joyokusmo, Setda Pati. Pada Sabtu, (29/1/2021) kemarin.

Peristiwa itu terjadi, ketika jajaran Pemkab Pati melakukan audiensi dengan beberapa pemilik bangunan Lorok Indah (LI) beberapa waktu lalu. Ketika itu salah satu pengusaha karaoke yang mempunyai beberapa tempat di Pati yakni Musafak memberikan kuasa pendamping ke Slamet Widodo.

Bupati Haryanto yang kala itu tidak berkenan adanya perserta audiensi tanpa ada undangan resmi meminta keluar dari ruangan. Salah satunya adalah Slamet Widodo.

“Saya minta maaf pak widodo, saat audiensi waktu itu, mungkin membuat pak Widodo tersinggung. Saya hanya mengundang pak Musafak saat itu, namun secara tiba-tiba malah memberikan kuasa ke panjenengan. Kan seperti itu, ya saya minta maaf. Justru saya meminta kepada panjenengan untuk memberikan pengertian kepada pak Musafak,” ungkap Haryanto di sela-sela memberikan penjelasan saat pertemuan dengan Pimpinan PGN Pati kemarin.

Selain itu, Bupati Pati juga meminta kepada rekan-rekan yang hadir untuk menyampaikan pemahaman kepada saudara Musafak. Pertemuan ini, Bupati sempat menyinggung soal usaha yang dimiliki Musafak. Dikatakan sudah bertahun-tahun memiliki usaha karaoke dengan penghasilan dan mampu mendirikan bangunan di beberapa tempat, namun hal ini tidak pernah mentaati membayar pajak. Namun Bupati Haryanto tidak mempermasalahkan itu.

“Kalau dihitung dengan pembangunan dan penghasilannya, ‘Yahono yahene ora tau bayar pajak’ (Jawa red.) Ini sudah berjalan selama bertahun-tahun usaha Pak Musafak,  tapi tidak pernah bayar pajak. Ya sudahlah kami pun tidak pernah mempersoalkan pada saat itu. Soal pembongkaran LI memang ini sudah tuntutan yang harus kita lakukan dan sudah melalui tahapan dan kajian mendalam sebelumnya,” tegas Bupati Pati.

Menanggapi hal itu, Slamet Widodo mengatakan, dirinya tidak mempersoalkannya. Bahkan sudah memaafkan peristiwa tersebut. Sebagai mantan Kades, tentunya sudah memahami karakter Bupati. Ini sebuah emosional sesaat tidak perlu diperpanjang lagi.

“Saya anggap itu hal biasa, mungkin saat itu pak Bupati sedang banyak pekerjaan. Sehingga saat audiensi melihat saya langsung disuruh keluar dari ruangan, namun ini sudah tidak ada persoalan lagi. Saat ini beliau juga sudah memberikan penjelasan. Pertemuan inilah yang kami harapkan, agar kedepan bisa saling bersinergi dengan Pemerintah untuk memajukan Pati Bumi Mina Tani,” terang Widodo yang akrab disapa Om Bob.

Lebih lanjut, pertemuan ini akan menjadikan langkah baik Pemkab Pati dalam mendukung kegiatan-kegiatan PGN Pati sebagai mitra pemerintah kedepannya. Komunikasi ini sebagai wujud kondusifitas PGN yang selalu mendukung pemerintah dalam melaksanakan kebijakan.

“Keakraban dalam pertemuan ini terjalin baik, silaturahmi sangat penting. Kami mengucapkan terimakasih pak Bupati, semoga semuanya kondusif. Saat ini, pemerintah melalui beliau bapak Bupati telah berjanji akan memperhatikan dan mendukung kegiatan PGN Makoda Pati kedepan,” tandasnya.

(As/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.