Foto: Kondisi korban saat mendapatkan perawatan medis (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Ketenangan salah satu warga Desa Langgar, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, terusik oleh aksi serangan monyet liar yang berujung tragis.
Seorang warga setempat bernama Wawan, menjadi korban keganasan primata tersebut hingga harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka gigitan yang sangat serius di bagian lengan.
Peristiwa mencekam ini terjadi secara tiba-tiba di area pemukiman warga pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, serangan tersebut berlangsung sangat cepat saat korban berada di lingkungan sekitar rumahnya.
Tanpa ada provokasi sebelumnya, monyet liar tersebut langsung menerjang dan menggigit lengan korban dengan sangat kuat.
Wawan menceritakan, keberadaan monyet liar di wilayah Desa Langgar memang sudah sering terlihat, namun biasanya hewan-hewan tersebut tidak sampai bertindak agresif terhadap manusia.
Nahas baginya, kali ini serangan terjadi tepat di depan matanya sendiri.
“Monyet liar, Mas, di daerah saya masih banyak. Tadi tiba-tiba di depan rumah langsung menyerang saya,” jelas Wawan saat memberikan keterangan singkat mengenai musibah yang menimpanya.
Akibat serangan tersebut, Wawan mengalami robekan yang cukup dalam pada bagian lengan.
Kondisi luka yang menganga, memaksa pihak keluarga dan warga sekitar untuk segera membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang untuk penanganan medis.
Setibanya di RSUD Soetrasno, tim medis langsung melakukan tindakan darurat untuk menutup luka gigitan tersebut.
Luka yang diderita Wawan tergolong parah karena gigitan monyet dikenal memiliki daya rusak yang besar pada jaringan kulit dan otot.
Tercatat, Wawan harus menerima puluhan jahitan di bagian lengan untuk menyatukan kembali jaringan yang rusak.
Selain penjahitan luka, pihak rumah sakit juga memberikan perhatian serius terhadap risiko infeksi rabies maupun kuman lain yang umum ditemukan pada air liur hewan liar.
Pasca kejadian tersebut, teman korban lantas bergerak cepat untuk melumpuhkan monyet yang menyerang agar tidak jatuh korban tambahan.
Saat ini, hewan tersebut berhasil ditangkap dan diamankan oleh pihak keluarga korban dalam kondisi terikat.
“Saat ini keranya kami rantai di rumah, khawatir membahayakan warga lain,” tambah Wawan.
Meskipun monyet tersebut sudah diamankan, Wawan, warga Desa Langgar tetap merasa was-was.
Hal ini dikarenakan populasi monyet liar di daerah Kecamatan Sluke memang tergolong cukup banyak.
Ia berharap ada langkah konkret dari pihak terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup atau pihak konservasi, untuk memitigasi konflik antara hewan liar dan manusia di wilayah tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang bersinggungan dengan habitat monyet liar untuk tetap waspada, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani masa pemulihan di rumah.
Sementara itu, warga setempat terus berjaga-jaga untuk memastikan tidak ada lagi monyet liar lain yang menunjukkan perilaku agresif di lingkungan permukiman.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar