Foto: Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat memberikan keterangan (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasi kepada Polresta Pati yang berhasil menangkap tersangka kekerasan seksual.
Diketahui pelaku atas nama Ashari, merupakan pengasuh pondok pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo Tlogowungu.
Ia meminta agar proses hukum berjalan tegas.
“Apresiasi yang sebesar-besarnya untuk teman-teman di Kepolisian, khususnya di Polresta Pati atas tertangkapnya pelaku inisial AS, di mana kemarin sudah diungkap dalam konferensi pers,” ujar Chandra, Jumat (8/5/2026).
Plt Bupati menegaskan bahwa Pemkab Pati mendukung penuh penegakan hukum dan meminta jaksa menuntut hukuman maksimal.
“Kami mengharap ini untuk dilaksanakan, istilahnya penuntutan yang seberat-beratnya, karena saya tidak ingin hal ini terjadi lagi di Kabupaten Pati,” tegasnya.
Ia berharap kasus serupa tidak terulang.
“Ya ini semoga menjadi kasus terakhir di Kabupaten Pati dan tidak akan terjadi lagi,” tambahnya.
Untuk pemulihan korban, Pemkab Pati telah membentuk Satgas Pendampingan bagi mantan santri Ponpes Ndholo Kusumo.
Tim ini melibatkan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan.
“Kami juga sudah membentuk tim Satgas untuk pendampingan dari mantan siswa dari Pondok Pesantren. Dari Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan. Mereka akan melaksanakan pendampingan di sekolah-sekolah yang sekarang ditempatkan,” jelas Chandra.
Plt Bupati mengajak masyarakat Pati memberikan dukungan moril dan tidak menyudutkan para mantan santri.
Ia menekankan bahwa para santri Ndholo Kusumo yang mengalami kekerasan seksual adalah korban.
“Nah harapan kami kepada masyarakat untuk men-support santri-santri mantan Ndholo Kusumo. Mereka ini tidak tahu apa-apa, mereka hanya di tempat dan di posisi yang salah,” pungkasnya.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar