Tarian Sepak Bola Api dan Pesona Magis Festival Jondang Menyala di Langit Kawak

waktu baca 3 menit
Rabu, 22 Apr 2026 12:20 0 30 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Gelap malam di langit Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, mendadak benderang oleh ribuan percikan bunga api yang menari di udara.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Udara malam yang dingin seketika menghangat.

Sorak-sorai warga pecah saat belasan pemuda desa dengan nyali baja, saling berhadapan untuk menendang bola api yang menyala terang, disusul dengan atraksi perang api yang memompa adrenalin.

Malam puncak Festival Jondang pada Selasa (21/4/2026) malam memukau setiap pasang mata.

ketua pgri

Lebih dari sekadar atraksi berbahaya yang mengundang decak kagum, pijar api di malam itu adalah simbol rasa syukur yang mengakar dalam pada tradisi sedekah bumi pasca panen raya masyarakat Desa Kawak.

Tahun ini merupakan tahun ke-12 perayaan Festival Jondang.

Rangkaian ritualnya telah dimulai sejak Senin melalui tradisi manganan (makan bersama), berlanjut pada ragam pertunjukan budaya, hingga mencapai klimaks magisnya di atraksi bola api.

Petinggi Desa Kawak, Eko Heri Purwanto, menguraikan bahwa bara api dalam festival ini menyimpan filosofi yang mendalam bagi kerukunan warganya.

“Festival ini adalah tradisi wujud syukur setelah panen. Puncak acara berupa sepak bola api memiliki makna suci untuk menyatukan tiga dukuh yang ada di Desa Kawak. Api itu melambangkan semangat sekaligus pengingat tentang pentingnya pengendalian amarah, agar kita bisa bersama-sama membangun desa yang lebih maju,” jelas Eko.

Eksotisme Festival Jondang tak pelak mengundang perhatian pemerintah daerah.

Atraksi budaya yang langka ini dinilai tidak hanya memperkaya khazanah tradisi, tetapi juga memegang kunci bagi kebangkitan ekonomi desa.

BACA JUGA :  Tak Perlu Waswas Lagi, Jembatan Pendosawalan–Banyuputih Siap Digunakan

Hadir dalam kemeriahan malam tersebut, Anggota DPRD Jawa Tengah Andang Wahyu Trianto, Camat Pakisaji Mujoko, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Ali Hidayat yang hadir mewakili Bupati Jepara H. Witiarso Utomo.

Dalam sambutannya, Ali Hidayat menegaskan bahwa atraksi luar biasa yang disuguhkan Desa Kawak adalah aset berharga yang tidak dimiliki oleh sembarang daerah.

“Bupati Jepara sangat mendukung kegiatan ini karena potensi pariwisata dan ekonominya sangat besar. Pemerintah Kabupaten Jepara memberikan dukungan penuh sebagai bentuk komitmen kami dalam melestarikan budaya dan memperkuat ikatan kebersamaan masyarakat,” ujar Ali.

Sebagai ujung tombak pariwisata Jepara, Ali juga melihat Festival Jondang sebagai amunisi kuat dalam program desa wisata aktif yang tengah digenjot pemerintah.

“Festival Jondang adalah kekayaan budaya yang luar biasa. Saat ini Jepara sudah memiliki 25 desa wisata, dan ke depan harus terus bertambah. Desa Kawak punya modal yang sangat bagus. Tantangannya kini tinggal bagaimana mengemas promosinya, berkolaborasi dengan UMKM, BUMDes, serta masyarakat sekitar. Tradisi ini harus menjadi kekuatan ekonomi riil dan kebanggaan Jepara,” imbuhnya optimistis.

Festival Jondang membuktikan bahwa kearifan lokal yang dirawat dengan cinta, tidak hanya sanggup menjadi benteng identitas budaya, tetapi juga jalan terang menuju kemandirian ekonomi desa.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini