Foto: Seremoni program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Semangat gotong royong kembali membara di Kabupaten Rembang.
Bupati Rembang, H. Harno, secara resmi membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026.
Upacara pembukaan yang berlangsung di Desa Waru, Kecamatan Rembang pada Rabu (22/4/2026) ini, menandai dimulainya kolaborasi lintas sektoral untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah pedesaan.
Program yang menjadi simbol kemanunggalan TNI dan rakyat ini akan dilaksanakan selama 30 hari ke depan.
Fokus utamanya adalah menyasar kebutuhan dasar masyarakat, baik melalui pembangunan infrastruktur fisik maupun penguatan sumber daya manusia melalui kegiatan nonfisik.
Dalam laporannya, TMMD tahap ini menetapkan empat sasaran fisik krusial yang bertujuan untuk memecah isolasi ekonomi dan memperbaiki aksesibilitas warga Desa Waru.
Salah satu prioritas utama adalah revitalisasi jembatan yang kondisinya saat ini rusak berat, lengkap dengan pembangunan sayap jembatan untuk menjamin ketahanan struktur.
Selain itu, tim akan mengerjakan pembangunan jalan pudle, guna mendukung kelancaran akses pertanian sektor yang menjadi urat nadi ekonomi desa.
Penataan lingkungan permukiman juga dilakukan melalui pemasangan paving blok agar infrastruktur desa menjadi lebih rapi dan fungsional.
Tidak hanya berkutat pada semen dan batu, TMMD Sengkuyung II juga menghadirkan beragam kegiatan nonfisik untuk memperkuat karakter masyarakat.
Agenda meliputi Penyuluhan Pembinaan Pertahanan Negara (PPBN) dan Wawasan Kebangsaan, Edukasi Kamtibmas, kesadaran hukum, dan bahaya penyalahgunaan narkoba.
Serta Sosialisasi Keluarga Berencana (KB) dan program krusial pemberdayaan anak dan pencegahan stunting.
Keberhasilan program ini didukung oleh pendanaan sinergis antara daerah dan provinsi.
Pemerintah Kabupaten Rembang mengalokasikan anggaran sebesar Rp150 juta dari APBD Kabupaten yang diperkuat dengan dukungan APBD Provinsi Jawa Tengah senilai Rp239,26 juta.
Di lapangan, sebanyak 60 personel gabungan diterjunkan, terdiri dari 35 Personel Kodim 0720/Rembang, 3 Personel Polsek Rembang, 2 Tenaga Kesehatan, 20 Relawan dari unsur masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati H. Harno menegaskan bahwa TMMD merupakan instrumen penting untuk mempercepat distribusi pembangunan yang merata.
“TMMD bukan sekadar membangun fisik, tapi soal meningkatkan aksesibilitas dan mendorong ekonomi lokal. Saya mengajak seluruh warga Desa Waru untuk berpartisipasi aktif. Gotong royong dan keterlibatan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan program ini,” ujar Bupati Harno.
Ia juga berpesan kepada seluruh Satgas TMMD agar mengedepankan kualitas hasil pekerjaan dan tetap mengutamakan keselamatan selama bertugas.
“Pastikan semua selesai tepat waktu dengan hasil yang terbaik agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tambahnya.
Upacara pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, di antaranya Dandim 0720/Rembang Letkol Arm Winner Fradana Dieng, Kapolres Rembang AKBP Mohammad Faisal Pratama, Ketua DPRD Kabupaten Rembang Abdul Rouf, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Rembang.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar