Foto: Layanan kesehatan gratis yang digelar Puskesmas Kaliori (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang melalui Puskesmas Kaliori menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kesehatan lingkungan dan masyarakat.
Secara intensif, tim kesehatan melakukan pemantauan kualitas udara, sekaligus memberikan layanan pengobatan gratis bagi warga di wilayah Kecamatan Kaliori, Kamis (9/4/2026).
Langkah strategis ini diambil untuk mengukur sejauh mana dampak polusi udara terhadap kondisi kesehatan masyarakat secara langsung di lapangan.
Kepala Puskesmas Kaliori, dr. Prihantini Dwi Marliana Sari, melalui Petugas Sanitarian, Arifah Isnaini, mengungkapkan bahwa pemantauan tahun ini difokuskan pada lima desa.
Di antaranya yaitu Desa Banyudono, Tunggulsari, Dresi Wetan, Kuangsan, dan Purworejo.
Kegiatan ini merupakan implementasi program kerja tahunan Kementerian Kesehatan yang berfokus pada standarisasi kualitas udara di lingkungan hunian penduduk.
”Ini adalah agenda rutin tahunan. Setelah periode 2025 lalu, kami kembali melanjutkan pengecekan secara berkelanjutan hingga tahun ini,” ujar Arifah saat memberikan keterangan kepada awak media.
Dalam pelaksanaannya, tim sanitarian menggunakan metode sampling dengan kriteria tertentu untuk menentukan rumah warga yang akan diuji.
Proses evaluasi tidak hanya melibatkan parameter fisik udara, tetapi juga aspek perilaku penghuni rumah.
”Kami membagi beberapa titik rumah di lima desa tersebut. Indikator yang diperiksa cukup beragam, mulai dari kondisi fisik udara, hingga pengisian kuesioner terkait kebiasaan rumah tangga yang dapat memengaruhi kualitas udara di dalam hunian,” jelasnya lebih lanjut.
Mengenai hasil akhir dari pengujian kualitas udara ini, pihak Puskesmas menjelaskan bahwa seluruh data lapangan bersifat mentah dan akan diproses secara berjenjang.
”Hasil dari lapangan ini kami laporkan seluruhnya ke tingkat Kabupaten. Nantinya, pihak Kabupaten yang akan melakukan analisa mendalam sebelum diteruskan ke tingkat Provinsi,” pungkas Arifah.
Melalui sinergi antara uji lingkungan dan layanan kesehatan ini, Pemerintah Kabupaten Rembang berharap dapat memetakan risiko kesehatan lingkungan secara akurat, khususnya di wilayah terdampak polusi.
Hal ini guna menentukan kebijakan penanganan yang tepat di masa mendatang.
Selain pengujian udara, kehadiran layanan pemeriksaan kesehatan gratis disambut antusias oleh warga Desa Banyudono.
Bagi lansia, layanan jemput bola ini sangat membantu mereka dalam mendeteksi dini keluhan kesehatan.
Mbah Ginah, salah satu warga yang hadir, mengaku terbantu karena kini mengetahui kondisi matanya.
“Tadi sudah diperiksa petugas, ternyata saya mengalami katarak,” tuturnya.
Senada dengan itu, Mbah Duni juga mengungkapkan rasa syukurnya.
Meski terdeteksi memiliki beberapa keluhan kesehatan, ia merasa lebih tenang setelah mendapatkan pemeriksaan medis.
“Hasil cek tadi tensi saya tinggi, ada kolesterol dan asam urat juga. Saya memang sering merasa sesak kalau mencium bau-bau yang menyengat di sekitar sini,” ungkap Mbah Duni.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar