Progres Sensus Ekonomi Berjalan Baik, BPS Ungkap Berbagai Tantangan di Pati

waktu baca 2 menit
Kamis, 16 Jul 2026 10:26 0 205 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati paparkan perkembangan Sensus Ekonomi tahun 2026.

gempur rokok ilegal rembang

Pelaksanaan sensus sudah dimulai sejak 15 Juni 2026 lalu.

Berdasarkan penuturan Kepala BPS Kabupaten Pati, Yul Ismardani, dari target 643.000 objek, capaian survei sudah mencapai 48 persen.

Objek Sensus Ekonomi tahun ini menyasar Kepala Keluarga (KK) dan unit usaha, baik kecil, menengah, maupun besar.

“Alhamdulillah, di Kabupaten Pati ini sejak tanggal 15 Juni sampai 15 Juli, sebulan sudah 48 persen keluarga dan usaha yang ada di Pati sudah didata. Jadi kita tinggal menyisakan sekitar 52 persen lagi sampai dengan bulan Agustus,” ujar Yul Ismardani saat ditemui usai kegiatan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 kepada awak media di Safin Hotel Pati, kemarin.

Seluruh kecamatan dan desa di Bumi Mina Tani telah mulai didatangi petugas sensus.

Pelaksanaan sensus ini dijadwal berlangsung sampai dengan 31 Agustus 2026.

Menurutnya, berkat edukasi dan pemberitaan media yang masif, respons masyarakat kini jauh lebih terbuka.

Bahkan, proses pendataan seringkali diwarnai momen curhat dari para pelaku usaha mengenai dinamika yang mereka hadapi, seperti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), hingga membengkaknya biaya produksi.

Mengenai wilayah dengan capaian yang relatif masih rendah, ia menyebut Kecamatan Pati Kota menjadi salah satu titik yang tantangannya cukup tinggi karena kepadatan aktivitas perdagangan di area perkotaan.

Itu mengapa, BPS Kabupaten Pati gencar melakukan pemantauan lapangan dan berkoordinasi dengan aparatur pemerintahan desa (Pemdes) hingga ketua RT/RW setempat.

BACA JUGA :  Yayasan PIM Mujahidin Bagikan Ratusan Paket Daging Kurban

Selain itu, Yul meluruskan keresahan warga terkait isu adanya petugas yang meminta fotokopi atau memotret dokumen kependudukan seperti KTP dan KK.

Padahal, petugas pada dasarnya hanya melakukan konfirmasi data yang sudah ada di database BPS.

“Kadang-kadang itu karena terlalu kecil, difoto biar bisa di-zoom. Itu yang saya tanyakan ke petugas. Jadi, dilihat itu enggak kelihatan, makanya izin dulu. Tapi setelah itu dihapus, karena kita enggak boleh menyimpan data itu di HP kita,” terangnya.

Yul juga menegaskan secara tegas bahwa seluruh data yang dihimpun dalam Sensus Ekonomi ini bersifat rahasia dan dijamin tidak terintegrasi dengan kepentingan perpajakan.

“Melalui Sensus Ekonomi 2026 ini, BPS Pati berharap dapat memetakan potensi ekonomi secara makro hingga ke tingkat wilayah terkecil. Selain untuk melihat ada tidaknya pergeseran struktur ekonomi, seperti dari sektor pertanian ke industri atau perdagangan, sensus ini juga bertujuan untuk memotret karakteristik usaha digital, serta menangkap kendala-kendala riil yang dihadapi oleh para pelaku usaha kecil di Kabupaten Pati,” jelasnya.

Sensus Ekonomi Kabupaten Pati menyisir seluruh wilayah yang terdiri atas 21 kecamatan dan 406 desa/kelurahan di Kabupaten Pati.

Pada periode kali ini, BPS menerjunkan sebanyak 1.357 petugas pendataan.

Editor; Mila Candra

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini