Foto; Suasana penutupan Ponpes Ndholo Kusumo (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, memastikan kelanjutan pendidikan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo.
Hal ini menyusul keputusan pemulangan setelah kasus pelecehan seksual oleh kiai pengajar.
Ada sejumlah opsi yang disiapkan oleh Kemenag Kabupaten Pati.
“Untuk santri yang dipulangkan ada opsi apakah pembelajaran daring atau pindah satuan pendidikan. Tetapi bagi yang akan melaksanakan ujian, akan tetap berjalan,” ungkapnya saat dihubungi, kemarin.
Terkhusus bagi santri yang dari kalangan yatim-piatu, telah disiapkan opsi pemindahan tempat.
Kemenag Kabupaten Pati akan memindahkan mereka ke Ponpes lain ataupun panti asuhan.
Terkait hal itu, koordinasi sudah dilakukan dengan pihak terkait.
“Untuk anak yatim-piatu sudah ada opsi untuk dipindah ke panti asuhan atau pondok-pondok lain yang sudah siap menerima. Beberapa lembaga yang direkomendasikan antara lain Al Akrom Banyuurip Pati, Yayasan Yatama Kajen Margoyoso, dan Yayasan Yatama Pati, dan lain-lain,” paparnya.
Sedangkan, menyiasati anak didik yang akan menghadapi ujian, Syaiku memastikan santri kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) tetap melangsungkannya di madrasah milik Ponpes tersebut.
Ujian berlangsung 4-12 Mei 2026.
“Senin kelas VI MI ujian, jadi masih di madrasah. Selama ujian, siswa kelas VI ditempatkan di gedung MI lantai 3 dengan bimbingan dan pendampingan langsung dari guru madrasah,” jelasnya.
Sementara itu, siswa di luar kelas VI MI akan menjalani pembelajaran melalui daring, hingga ada kebijakan lanjutan.
Terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Kemenag Kabupaten Pati memastikan Ponpes Ndholo Kusumo tidak menerima santri baru pada tahun ajaran 2026-2027.
“Untuk Ponpes Ndholo Kusumo tidak menerima santri baru,” pungkasnya.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar