Pembangunan Gapura di Lokasi Makam Bupati Juwana Disinyalir Tak Jelas

waktu baca 2 menit
Sabtu, 7 Agu 2021 15:29 0 4 mondes

PATI-Mondes.co.id| Proyek pembangunan gapura yang dibangun di lokasi makam Bupati Juwana, dan berlokasi di perbatasan Desa Kebonsawahan dan Desa Growong Kidul Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati Jawa Tengah, diduga proyek siluman.

Hal itu menyusul, lantaran proyek yang dikerjakan tanpa disertai dengan papan nama, dan tanpa ada pemberitahuan dari pihak desa.

Data yang dihimpun media, Proyek gapura yang dikerjakan di lokasi makam Bupati Juwana yang tidak disertai dengan papan nama merupakan pelanggaran keterbukaan informasi publik, yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan jasa Pemerintah.

“Saya tidak tahu mas, silahkan tanya saja sama Dinas supaya lebih jelas, karena untuk dana dan soal papan proyek, saya tidak tahu,” ungkap Ketua Yayasan Surowikromo Samudi kepada awak media beberapa waktu lalu.

Sementara Kepala Desa Kebonsawahan Sugiono mengaku bahwa proyek pekerjaan Gapura di lokasi Makam Bupati Juwana yang terletak di perbatasan 2 Desa Kebonsawahan dan Growong kidul tanpa adanya koordinasi dengan pihak desa. Dirinya juga tidak tahu itu proyek dari mana dan siapa yang mengerjakan.

“Saya tidak tahu itu dari mana pekerjaannya, karena tidak ada pemberitahuan dari pihak desa, dan disitu juga tidak ada papan nama,” ungkapnya Sabtu (7/8/2021).

Dirinya mengaku, Sudah melakukan koordinasi dengan pihak rekanan, hanya saja yang menjadi kendala bahwa dalam pekerjaannya tanpa adanya koordinasi dengan pihak desa Kebonsawahan maupun Growongkidul.

“Tujuan kami hanyalah agar budaya orang jawa tidak hilang, seperti sopan santun, unggah ungguh, saling menghormati dan saling menghargai dengan sesama, apalagi hal ini ada keterkaitannya dengan sejarah dan budaya warga Pati melalui Bupati Juwana, yang harus dilestarikan,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati Winarto ketika dikonfirmasi melalui pesan whatsappnya tidak ada tanggapan, bahkan Kabid Kebudayaan Paryanto ketika hendak dikonfirmasi di kantornya juga tidak ada, tapi melalui pesan whatsappnya, dirinya mengaku masih ada acara.

“Maaf saya masih ada acara di luar mas, Maaf tadi, saya masih di perjalanan ke sukolilo,” singkatnya.

(Hdr/Mondes)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *