Pasca Dugaan Keracunan di SDN Balongmulyo, Pemkab Rembang Evaluasi Total Distribusi MBG

waktu baca 3 menit
Rabu, 22 Apr 2026 16:21 0 35 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten Rembang memastikan penanganan medis terhadap siswa SDN Balongmulyo, Kecamatan Kragan, berjalan dengan baik dan terkendali.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Setelah sebelumnya, puluhan siswa di sekolah tersebut diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) saat mengikuti rangkaian acara peringatan Hari Kartini.

Seluruh langkah mitigasi telah dilakukan secara cepat dan terkoordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan setempat, di mana kondisi para siswa dilaporkan terus menunjukkan perkembangan medis yang signifikan.

​Seiring dengan proses pemulihan tersebut, pemerintah daerah juga melakukan penelusuran serta evaluasi menyeluruh terhadap insiden yang dialami sejumlah siswa.

ketua pgri

Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi penyebab pasti kejadian, sekaligus mencegah risiko serupa di masa mendatang.

Camat Kragan, Nasaton Rofiq, menyatakan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Karangharjo bersama yayasan pengelola berkomitmen untuk melakukan perbaikan sistemik.

​“Pihak SPPG siap berbenah. Ini menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh elemen terkait. Yayasan pengelola juga akan memperketat pengawasan. Jika ditemukan adanya kelalaian, sanksi tegas akan diberlakukan. Seluruh proses, mulai dari penerimaan bahan baku, sortir, hingga mekanisme penyaluran akan diperbaiki total,” ujar Rofiq pada Rabu (22/4/2026).

​Berdasarkan investigasi awal, indikasi permasalahan mengarah pada salah satu menu makanan yang mengalami penurunan kualitas akibat pengemasan yang kurang layak.

Oleh karena itu, standardisasi tahap distribusi kini menjadi fokus utama evaluasi.

Data koordinasi dengan Puskesmas Kragan II per Rabu pagi (22/4/2026) menunjukkan tren kesehatan siswa yang kian stabil.

BACA JUGA :  Petinggi Deklarasi Dukung Kandidat Cabup, Camat Gabus Khawatir Masyarakat Kena Polarisasi

“Anak-anak yang dirawat kondisinya terus membaik. Saat ini kami sedang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pastinya,” tambah Rofiq.

​Pemerintah Kabupaten Rembang juga menegaskan komitmennya untuk menanggung seluruh biaya pengobatan para siswa secara penuh.

Hal ini ditegaskan agar tidak memberikan beban finansial tambahan bagi orang tua siswa.

​“Yang jelas harus gratis. Prioritas utama kami adalah penanganan kesehatan siswa terlebih dahulu. Mengenai teknis pembiayaan akan dikomunikasikan lebih lanjut oleh instansi terkait,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii, memaparkan enam langkah strategis yang telah diambil sejak 21 April 2026.

​Pihaknya menerjunkan tim surveilans, kesehatan lingkungan, gizi, dan tim pelayanan kesehatan.

​Kemudian, melaksanakan koordinasi penanganan medis cepat melalui Puskesmas setempat.

Serta, berkoordinasi dengan SPPG untuk menghentikan sementara distribusi dan konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada sasaran terdampak.

Selain itu, juga melakukan investigasi lapangan secara mendalam untuk mencari penyebab pasti.

​Mengambil sampel bahan makanan dan spesimen terkait untuk uji laboratorium dan berkoordinasi secara intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Rembang.

​Sebagai bentuk tindakan preventif, operasional SPPG Karangharjo resmi dihentikan sementara terhitung sejak Rabu (22/4/2026), sesuai dengan arahan Badan Gizi Nasional melalui surat Nomor 1845/D.TWS/04/2026.

​Penghentian sementara ini dimaksudkan sebagai masa evaluasi menyeluruh, termasuk penyesuaian sarana prasarana serta pembaruan Standar Operasional Prosedur (SOP) agar sepenuhnya sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini