Murid SD di Pati Alami Kejang-kejang, Diduga Akibat Suntik Vaksin

waktu baca 2 menit
Sabtu, 19 Feb 2022 13:32 0 5 mondes

PATI-Mondes.co.id| Program Vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun yang menyasar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Winong, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah baru dilaksanakan pada Rabu (16/2/2022) kemarin. Hal ini menyebabkan salah satu murid berinisial “S” mengalami kejang-kejang setelah divaksin.

Sebelum dilakukan vaksinasi, wali murid berinisial “WM” keberatan dan menolak anaknya “S” untuk divaksin, akan tetapi hal itu tidak digubris pihak sekolah dan tim medis tenaga kesehatan serta pihak sekolah mengancam tidak diperbolehkan mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jika tidak mengikuti vaksinasi.

“Setelah divaksin anak saya mengalami kejang-kejang dan kalau tidak divaksin anak tidak boleh mengikuti PTM, kalau sudah begini siapa yang bertanggung jawab,” ujar wali murid “WM” kepada wartawan melalui pesan singkat WhatsApp.

Sementara, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 02 Winong, Tarmidi saat dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp, Sabtu.(19/2/2022) terkait salah satu murid “S” mengalami kejang-kejang setelah divaksin malah melempar tanggung jawab permasalah tersebut dan angkat tangan dan malah menyalahkan tim tenaga medis yang dianggap lalai.

“Saya tidak berwenang memberikan keterangan, yangg berwenanang ada pada dinas kesehatan. Saya sebatas regulasi pelaksanaan tempat.” Ujar Tarmidi

Program vaksinasi SDN 02 Winong dinilai tidak sejalan dengan yang disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito beberapa waktu lalu di Jakarta, menekankan bahwa meskipun anak usia 6-11 tahun sudah divaksin, namun vaksin bukan syarat mutlak mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Karenanya meskipun anak-anak belum divaksin, tetap bisa mengikuti PTM di sekolah.

(Suf-Dn/Mondes)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *