Mensos RI Kunjungi Sekolah Rakyat Pati, Apresiasi Perkembangan para Siswa

waktu baca 3 menit
Jumat, 15 Mei 2026 18:29 0 53 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Saifullah Yusuf mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 12 Pati hari ini, Jumat, 15 Mei 2026.

Ia datang ke lokasi yang berada di Sentra Margo Laras, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.

Menteri dengan sapaan Gus Ipul itu bangga dengan perkembangan anak-anak Sekolah Rakyat (SR) yang mulai pesat, di antaranya kecerdasan, karakter, dan kesehatan.

Ia juga mendapati siswa-siswi nyaman bersekolah di SRMP 12 Pati dengan layanan pembelajaran serta fasilitas penunjang yang serba ada.

“Di SRMP 12 Pati, perkembangan berjalan lancar dengan adanya perkembangan prestasi, anak-anak nyaman, fisiknya semakin sehat, dan bisa mengikuti proses pembelajaran yang sudah dijadwalkan oleh kepala sekolah. Ini suatu hal yang menggembirakan,” ungkapnya dengan rasa bangga.

Selain itu, sumber daya guru dan wali asuh juga berperan penting dalam mendidik siswa dengan optimal.

Kemudian, dukungan orang tua siswa juga berperan dalam men-support anak mereka bersekolah di SR.

“Orang tua siswa punya semangat yang sama memberikan semangat ke putra-putri agar proses pembelajaran terus berjalan dengan kerjasama antara guru, sekolah, siswa dan juga para wali asuh. Ini hal yang sangat penting dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul.

Perlu diketahui, SR menjangkau anak-anak sekolah yang tidak mampu dengan kondisi keluarga di desil 1 dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Siapapun berhak mengenyam pendidikan, meski kondisi serba kekurangan.

“Ini persembahan Presiden Bapak Prabowo Subianto untuk keluarga paling tidak mampu yang sosial ekonomi di desil 1. Saya titip Pak Bupati menjangkau SR bergantung ketentuan yang ada di DTSEN, dicek lapangan dengan Dinsos (Dinas Sosial), BPS (Badan Pusat Statistik), dan pendampingan PKH (Program Keluarga Harapan). Lalu diserahkan ke Kemensos (Kementerian Sosial),” urainya.

BACA JUGA :  Pupuk Subsidi Terus Bermasalah, DPRD Pati Minta Petani Pakai Kompos

Ia harap, penemerimaan siswa di SR bersih tanpa titipan suap-menyuap.

Memang masuknya tanpa tes akademik, sehingga pemerintah daerah (Pemda) harus memastikan latar belakang calon siswa dari kalangan yang tepat.

“Diharapkan bersih tidak ada titipan, tidak ada KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme), suap-menyuap karena yang bisa sekolah yang memenuhi kriteria dan tidak ada tes akademik. Bisa dilihat dari sisi kesehatan dengan DNA talent, kita harapkan jadi perhatian bersama bupati,” pesan Gus Ipul.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dengan ditunjuknya Kabupaten Pati sebagai lokasi SR sejak 2025.

Adanya SR, memberikan hak pendidikan bagi kalangan anak tidak mampu.

“Terima kasih Pak Presiden Prabowo, kami terharu ternyata banyak warga Pati yang sekarang mengikuti Sekolah Rakyat ini. Jadi teman-teman DTSEN desil 1 sudah bisa bersekolah dan menjangkau cita-citanya dengan sekolah yang luar biasa dan produktif,” kata Chandra.

Plt Bupati mengungkapkan bahwa SRMP 12 Pati memiliki sistem pembelajaran yang maju.

Dibuktikan pembelajaran yang mulai bertransformasi digital, ditambah dengan guru-guru yang inovatif.

Selain itu, karakter anak-anak ditempa dengan baik, mereka memiliki sikap yang bagus setelah bersekolah di SRMP 12 Pati.

“Saya melihat anak-anak semua cara bersikap, cara belajar sudah seperti sekolah internasional. Ibu-bapak harus bangga dengan program ini, semua sudah pakai digitalisasi, komputer, dan tidak ada lagi sekolah jadul (jaman dulu) mencatat satu-satu,” tuturnya sambil terharu.

Salah satu orang tua siswa juga bangga sang anak berkesempatan menempuh pendidikan di SRMP 12 Pati.

Seorang janda asal Desa Sumberejo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, Siti, merasakan dampak yang positif.

“Saya orang tua dari Hidayatul Afifah, saya bersyukur anak sekolah di Sekolah Rakyat. Ada banyak perubahan pada anak saya,” katanya.

BACA JUGA :  Ratusan Personel Kepolisian Amankan Laga Persijap Vs Semen Padang FC

Selama anaknya sakit, maka wali asuh dan tenaga pendidik di SRMP 12 Pati menangani dengan maksimal, sang anak langsung dibawa ke layanan kesehatan yang tepat.

“Dulunya di pondok mengeluh kalau sakit nggak dirawat. Kalau di Sekolah Rakyat sakit diperiksakan sama gurunya ke Soewondo,” pungkas perempuan berstatus janda.

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini