Kelenteng Welahan Hidupkan Kembali Magisnya Tradisi Tionghoa

waktu baca 2 menit
Jumat, 17 Apr 2026 17:04 0 70 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Aroma dupa yang menenangkan dan semarak warna merah-emas kembali menyelimuti kawasan Pasar Welahan, Jepara pada Jumat (17/4/2026).

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Kelenteng Welahan kembali menggelar hajatan spiritual dan budaya terbesarnya yaitu Perayaan Hari Ulang Tahun Paduka Yang Mulia (YM) Kongco.

Bukan sekadar perayaan lokal, ritual tahunan ini adalah bentuk nyata pelestarian tradisi kebudayaan Tionghoa yang magis dan sarat makna.

Puncak acara yang paling dinanti adalah ritual kirab (arak-arakan) patung dewa yang dimulai tepat pada pukul 13.00 WIB.

ketua pgri

Prosesi sakral ini mengambil rute dari Kelenteng Hian Thian Siang Tee menuju Klenteng Hok Tek Bio.

Perayaan ini bukanlah acara satu hari.

Secara tradisi, rentetan ritual telah dimulai sejak hari-hari sebelumnya untuk mempersiapkan penyambutan dewa dengan sempurna.

Sembahyang Pang Ping menjadi pembuka rangkaian acara yang telah dilangsungkan sejak Rabu (15/4/2026).

Penyambutan Kiem Sien pada Kamis (16/4/2026), prosesi dilanjutkan dengan penerimaan Kiem Sien (arca atau patung suci dewa) yang didatangkan khusus dari kelenteng-kelenteng di luar kota.

Kamis malam, suasana semakin hidup dengan atraksi Liong (Naga) dan Barongsai pada pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

Dalam kepercayaan Tionghoa, tarian ini bukan sekadar hiburan, melainkan ritual penolak bala dan pembawa keberuntungan yang kemudian ditutup dengan sembahyang malam menyambut paduka dewa.

Pengurus Yayasan Pusaka Klenteng Welahan, Dicky Sugandhi, menegaskan bahwa gaung perayaan Kongco di Welahan ini telah menjadi perayaan nasional.

“Kami sudah menerima pendaftaran dari klenteng luar kota yang antusias berpartisipasi. Hari ulang tahun Paduka YM Kongco di sini merupakan perayaan tingkat nasional, jadi umat dan peserta yang datang bahkan ada yang dari luar pulau,” terang Dicky.

BACA JUGA :  Satu Nelayan Banyutowo Ditemukan Tewas, Satu Korban Lagi Masih Pencarian

Melestarikan Wayang Potehi

Komitmen Kelenteng Welahan dalam menjaga warisan budaya juga terlihat dari hadirnya pementasan kesenian klasik Tionghoa yang kini mulai langka, yakni Wayang Potehi.

Setelah prosesi kirab selesai, masyarakat akan disuguhkan pementasan Wayang Potehi pada Sabtu (18/4/2026).

Pertunjukan ini akan digelar dalam dua sesi, yakni sore hari (15.00-17.00 WIB) dan dilanjutkan dengan lakon semalam suntuk (20.00-03.00 WIB).

Rangkaian panjang ini kemudian akan ditutup dengan sembahyang besar keesokan harinya.

Tradisi kirab dewa di Welahan telah lama berevolusi menjadi magnet pariwisata yang menampilkan indahnya toleransi di Jepara.

Tahun lalu saja, tak kurang dari 5 ribu pasang mata, baik warga lokal maupun pendatang dari luar daerah tumpah ruah ke jalanan untuk menyaksikan kemegahan tradisi ini.

Guna mengantisipasi membludaknya lautan manusia di sekitar kawasan Pasar Welahan tahun ini, pihak Satuan Lalu Lintas Polres Jepara telah menyiapkan rekayasa pengalihan arus.

Hal ini dilakukan demi memastikan kelancaran acara, sekaligus menjaga kekhidmatan prosesi kirab yang membawa berkah bagi seluruh masyarakat tersebut.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini