Foto: ramah tamah antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara dengan umat Buddha di Vihara Jaya Manggala, Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo (Mondes/Dian) JEPARA – Mondes.co.id | Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara ramah tamah antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara dengan umat Buddha di Vihara Jaya Manggala, Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo, kemarin.
Tokoh umat Buddha Jepara, Suroso, mengapresiasi kehadiran dan perhatian Bupati Jepara, Witiarso Utomo.
Ia menyebut, hal ini sebagai bukti nyata bahwa pemerintah daerah merangkul seluruh warganya tanpa diskriminasi.
“Ini adalah bentuk kepedulian bupati kepada kami. Meski minoritas, kami merasa diperlakukan sama dan setara seperti saudara-saudara kami yang mayoritas,” ujarnya.
Suroso menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 5.000 umat Buddha yang tersebar di 45 vihara se-Kabupaten Jepara.
Keberadaan mereka menjadi simbol nyata kerukunan dan kedamaian di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di wilayah Donorojo.
Dalam pertemuan tersebut, umat Buddha turut menyampaikan sejumlah aspirasi.
Di antaranya, dukungan dari pemerintah untuk kegiatan keagamaan seperti sekolah Minggu, bantuan dana untuk revitalisasi vihara.
Serta harapan agar perayaan Hari Raya Waisak mendatang dapat digelar di Pendopo Kabupaten Jepara, layaknya perayaan hari besar agama lain.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Witiarso Utomo menyambutnya dengan tangan terbuka.
Ia secara khusus mempersilakan umat Buddha untuk menggunakan Pendopo Kabupaten sebagai pusat perayaan Waisak.
“Silakan merayakan Hari Waisak semeriah mungkin dan sebaik-baiknya. Kami memberikan ruang keagamaan yang setara bagi seluruh agama di Pendopo Kabupaten,” tegas Witiarso.
Bupati juga menekankan bahwa Jepara adalah daerah yang sangat terbuka bagi segala perbedaan.
Menurutnya, keberagaman justru menjadi fondasi kekuatan untuk mempersatukan masyarakat.
“Jepara sangat terbuka terhadap perbedaan. Perbedaan itu adalah karunia yang luar biasa. Di dalamnya ada banyak kekuatan, dan tugas kita bersama adalah merawat harmoni ini dengan baik,” ungkapnya.
Terkait permohonan bantuan dana revitalisasi vihara, bupati meminta agar pengurus segera mengajukan proposal resmi kepada Pemkab Jepara.
Ia memastikan pemerintah daerah siap memberikan dukungan secara bertahap.
“Nanti diajukan saja, mudah-mudahan bisa kami bantu meski pelan-pelan,” pungkasnya.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Jepara dalam merawat toleransi antar umat beragama, sekaligus mengukuhkan persatuan di tengah indahnya keberagaman masyarakat Bumi Kartini.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar