Ironis, Beredar Video Saat Pembongkaran LI Ada Yang Tenteng Sajam Jenis Keris


PATI-Mondes.co.id| Pembongkaran bangunan Lokalisasi Lorog Indah (LI) di Desa/Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati diwarnai insiden. Pasalnya, disaat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melaksanakan Peraturan Daerah (Perda) sejumlah masa datang di lokasi tersebut. Pada, Kamis (3/2/2022) Siang.

Hal ini diketahui, ketika video berdurasi 1 menit 36 detik beredar. Nampak terlihat sosok yang diduga putra seorang Kyai, muncul di tengah pembongkaran salah satu bangunan. Ini terlihat diantara puing-puing bangunan yang tengah di robohkan petugas gabungan. Kedatangan putra Kyai dengan sejumlah pengawal berseragam Patriot Garuda Nusantara (PGN) bermaksut ingin melakukan penghentian pembongkaran.

Nampak dalam video tersebut, putra Kyai itu memberikan komando kepada sejumlah pengawalnya. Tak hanya memberikan komando, diduga putra Kyai itu juga memegang senjata tajam jenis keris dilokasi pembongkaran. Dalam video tersebut, jelas terlihat jenis keris di keluarkan dari sarungnya. Dan dilanjutkan mendekati alat berat yang tengah membongkar bangunan.

Kasatpol PP Pati Sugiono, saat dimintai konfirmasi atas kejadian tersebut tidak menampik dan membenarkan. Kejadian itu sekitar pukul 14.00 Wib, datang sejumlah orang yang menggunakan seragam PGN dan terlihat salah satu orang membawa senjata tajam jenis keris.

“Saat itu kami sedang melakukan pembongkaran di tempat saudara Musafak. Dengan tiba-tiba muncul sejumlah orang berseragam dengan bertuliskan PGN mendekati alat berat bermaksut menghentikan kegiatan pembongkaran. Setelah kami dekati orang tersebut di tengarahi bernama Gus Nova Putranya Gus Nuril,” ujar Sugiono.

Menurutnya, bangunan bekas lokalisasi itu sudah di wakafkan ke Pondok Annuriyah Soko Tunggal milik Kyai H. Nuril Arifin Husein atau akrab di panggil Gus Nuril namun belum mempunyai legalitas yang jelas. Sebelum membongkar bangunan, para petugas yang didampingi tokoh agama dari Pengurus Cabang Nahdhlatul Ulama (PCNU) Pati Gus Yusuf dan Gus Itqon Ketua GP Ansor berusaha melakukan komunikasi dengan menemui Musafak selaku pemilik bangunan itu, pertemuan ini mendapat respon baik.

“Pak Musafak sudah bilang pasrah saja, dan beliau berkata saya lahir tak punya apa-apa dan meninggal pun tak bawa apa-apa, semua saya kembalikan ke Alloh saja. Dengan ucapan pak Musafak seperti itu yang disampaikan ke kami, akhirnya kita melakukan pembongkaran,” tuturnya.

Selang beberapa jam kemudian, ada salah satu orang yang menghubungi Gus Nuril melalui telepon. Dengan tiba-tiba salah satu orang tersebut memberikan teleponnya ke Kasat Pol PP Sugiono untuk bicara dengan Gus Nuril. Dari pembicaraan via telepon antara Gus Nuril dengan Kasat Pol PP yang di besarkan volumenya jelas terdengar jika Gus Nuril meminta bangunan induk yang depan jangan di bongkar dulu.

Lebih lanjut, beberapa lama kemudian Bupati Pati Haryanto menerima telepon dari Gus Nuril. Jika dilihat dalam percakapan tersebut, kedua belah pihak sudah bersepakat untuk tidak membongkar bangunan induk. Yakni bangunan yang berada didepan sambil nunggu waktu lebih lanjut.

“Atas dasar perintah pak Bupati, Kami tetap melanjutkan pembongkaran bangunan yang telah dikomunikasikan dengan Gus Nuril. Pak Bupati menyampaikan bangunan yang ada didepan jangan di bongkar dulu, sambil menunggu konsolidasi dengan Gus Nuril seminggu lagi,” terangnya.

Namun, ketika pembongkaran belum berakhir, tiba-tiba Gus Nova salah satu putra Gus Nuril tiba di lokasi dan berniat menghentikan pembongkaran. Melihat suasana agak ricuh, Bupati Pati Haryanto yang di dampingi Kasatpol PP langsung bergegas menemui Gus Nova yang saat itu membawa keris.

“Dijelaskan pak Bupati, Saya sudah ada komunikasi dengan Abah Nuril, dan tadi sepakat untuk tidak membongkar bangunan induk saja sesuai kesepakatan,” terang Sugiono menirukan jawaban Bupati Pati Haryanto saat menemui Gus Nova.

Menanggapi hal itu, Ketua GP Ansor Itqonul Hakim sangat menyayangkan kejadian tersebut. Ini jelas memperlihatkan sebuah arogansi yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. 

“Ini kan terkait dengan peraturan, masak ya seperti itu. Harusnya memberikan contoh yang baik jangan seperti itulah, mungkin bisa di rembuk secara baik,” tandas pria yang akrab di panggil Gus Itgon kepada wartawan.

(As/Mondes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.