REMBANG — Mondes.co.id | Pihak Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan Lasem, menyatakan bertanggung jawab penuh atas insiden gangguan kesehatan berupa diare massal yang menimpa ratusan siswa dan guru SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang.
Selain menyampaikan permohonan maaf terbuka, SPPG menjamin seluruh biaya perawatan medis para korban ditanggung secara total hingga sembuh.
Kepala SPPG Soditan Lasem, Achmad Sholeh Syarifudin, menegaskan bahwa penanganan kesehatan para korban menjadi prioritas utama saat ini.
Pihaknya langsung berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan setempat begitu menerima laporan kejadian.
“Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, orang tua, dan para siswa. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan penanganan medis berjalan optimal tanpa membebankan biaya sepeser pun kepada korban,” ujar Achmad Sholeh Syarifudin saat memberikan keterangan resmi, Kamis (3/9/2026).
Sholeh memastikan para siswa maupun guru yang harus menjalani perawatan di Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, tidak perlu mengkhawatirkan masalah administrasi keuangan.
Seluruh pembiayaan obat-obatan, rawat inap, hingga penanganan darurat dijamin penuh oleh pihak SPPG.
“Semua pengobatan kami pastikan gratis dan di-cover total. Kami bertanggung jawab penuh atas pemulihan kesehatan para siswa dan guru yang terdampak,” tegasnya.
Menanggapi insiden yang menyita perhatian publik ini, SPPG Soditan Lasem bergerak menghentikan sementara operasional distribusi makanan untuk keperluan investigasi internal dan sterilisasi area dapur.
Evaluasi menyeluruh disiapkan untuk mengidentifikasi penyebab pasti kontaminasi.
Sholeh berjanji akan merombak Standar Operasional Prosedur (SOP) secara mendasar agar kejadian serupa tidak berulang.
Mulai dari pengetatan seleksi pasokan bahan makanan segar dari pemasok, hingga penerapan kriteria higienitas ketat selama pengolahan menu, serta pengawasan suhu dan durasi simpan makanan dari dapur hingga ke tangan siswa.
“Ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi total. Kami akan memperbaiki seluruh prosedur operasional agar kelalaian serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan,” pungkas Sholeh.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini