Grebeg Sekar Kencana, Upaya Rawat Warisan Leluhur di Petilasan Ratu Kalinyamat

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Apr 2026 16:07 0 38 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Semangat pelestarian sejarah dan budaya lokal kembali ditunjukkan oleh masyarakat Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara.

Pada Kamis (30/4/2026), warga menggelar Kirab Budaya Grebeg Sekar Kencana yang dirangkaikan dengan tradisi manganan di punden petilasan Ratu Kalinyamat.

Petilasan Ratu Kalinyamat, Kelurahan Pengkol ini juga dikenal dengan sebutan Donoroso.

Dalam momen bersejarah ini, turut diresmikan pula sendang patirtan yang berada di dalam kawasan cagar budaya tersebut.

Acara ini menjadi momentum penting dalam merawat warisan leluhur, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

Kemeriahan dan kekhidmatan acara dihadiri oleh berbagai kalangan.

Hadir mewakili Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Adjib Ghufron.

Turut hadir pula perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Jepara Arif Budiyanto beserta jajaran Forkopimcam, Lurah Pengkol Widarso Agung Nugroho, pimpinan Yayasan Praja Hadipuran Manunggal, para budayawan, tokoh masyarakat, sesepuh desa, hingga tamu undangan dari luar daerah.

Rangkaian kirab budaya dimulai dari Kelurahan Pengkol menuju kawasan Glagah Sari Tirta Panguripan sebagai pusat kegiatan.

Prosesi berlangsung khidmat dengan berbagai ritual adat, mulai dari umbul donga, pemasangan lurub, hingga wilujengan.

Puncak acara ditandai dengan peresmian sendang patirtan sebagai simbol revitalisasi kawasan cagar budaya punden Ratu Kalinyamat.

Suasana semakin semarak dengan arak-arakan gunungan Sekar Kencana serta penampilan drumband Tali Jagat yang mengiringi langkah para peserta kirab.

Dalam sambutan Bupati Jepara yang dibacakan oleh Adjib Ghufron, ditekankan bahwa jejak sejarah Ratu Kalinyamat adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Jepara yang harus terus dijaga.

BACA JUGA :  Pembangunan RSU Anugerah Sehat Dimulai, Ditandai Pengecoran 39 Titik Pancang

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata kepedulian bersama dalam menghidupkan kembali nilai-nilai budaya warisan leluhur. Keterlibatan aktif masyarakat adalah kunci utama keberlangsungan warisan ini bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Pengkol, Widarso Agung Nugroho, menyampaikan bahwa inovasi dalam mengemas tradisi manganan melalui kirab budaya dan penataan kawasan petilasan, merupakan langkah strategis untuk memperluas daya tarik wisata sejarah.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, sekaligus memperkenalkan potensi budaya sejarah di Pengkol kepada khalayak yang lebih luas,” ujarnya.

Sebagai informasi, Petilasan Pertapaan Ratu Kalinyamat Donoroso di Pengkol ini telah resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Daerah Kabupaten Jepara sejak tahun 2018.

Tingginya partisipasi berbagai pihak, termasuk pelaku budaya dari luar daerah, menjadi bukti bahwa budaya peninggalan Ratu Kalinyamat memiliki daya rekat kuat sebagai pemersatu masyarakat.

Ke depannya, kawasan cagar budaya Pengkol diharapkan terus berkembang menjadi pusat pelestarian sejarah, serta destinasi wisata dan edukasi yang berkelanjutan di Jepara.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini