Foto: panen raya tembakau di Kabupaten Rembang (Mondes/Supriyanto) REMBANG – Mondes.co.id | Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang terus berkomitmen memperkuat ekosistem komoditas tembakau di daerah.
Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan komunikasi yang harmonis antara tiga pilar utama.
Di antaranya yakni Pemerintah Kabupaten Rembang, petani yang diwakili Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), serta pihak mitra swasta, PT Sadana Arif Nusa.
Menurut Agus Iwan, sinergi ketiga pihak ini menjadi kunci utama agar komoditas tembakau di Kabupaten Rembang dapat terus eksis dan memberikan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
“Panen raya ini ditujukan untuk menjaga kekompakan antara pemerintah kabupaten melalui dinas, teman-teman petani melalui APTI, dan PT Sadana Arif Nusa. Ketiga pihak ini harus berkomunikasi dengan baik agar pertembakauan Rembang terus bisa eksis,” ujar Agus Iwan saat ditemui di sela-sela kegiatan panen raya tembakau, Rabu (21/10/2026).
Dalam mendukung para petani, Pemerintah Kabupaten Rembang memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk menyalurkan berbagai bentuk bantuan.
Bantuan tersebut meliputi pengadaan pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta berbagai program pelatihan peningkatan kapasitas petani.
Sementara itu, PT Sadana Arif Nusa bertindak sebagai mitra strategis yang memastikan penyerapan dan pembelian hasil panen petani.
Di sisi lain, APTI berperan penting sebagai wadah penyalur aspirasi, keluhan, serta saran dari para petani kepada pemerintah maupun pihak kemitraan.
Agus Iwan juga menyoroti kendala yang dihadapi petani terkait cuaca ekstrem, khususnya terik matahari yang sangat tinggi.
Ia menjelaskan adanya kekeliruan pemahaman di tingkat petani mengenai proses penjemuran tembakau.
“Terik yang terlalu tinggi, jika tidak dikelola dengan baik, justru dapat menurunkan kualitas tembakau. Sebagian petani menganggap semakin terik penjemuran akan semakin bagus, padahal pada titik tertentu hal itu justru menurunkan kualitas dan berdampak pada harga,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dintanpan bersama PT Sadana terus melakukan pendampingan edukatif agar petani dapat menyikapi kondisi cuaca secara tepat.
Menutup keterangannya, Agus Iwan berharap para petani tembakau di Kabupaten Rembang tetap semangat.
Mengingat, tembakau merupakan salah satu komoditas unggulan daerah, evaluasi dan pembelajaran dari musim tanam tahun ini diharapkan menjadi pijakan untuk meraih hasil yang lebih baik pada tahun depan.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini