Diduga Korsleting Listrik, Sebuah Kapal di Pelabuhan Tasikagung Rembang Terbakar

waktu baca 3 menit
Sabtu, 23 Mei 2026 14:19 0 167 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Insiden kebakaran melanda Kapal Motor (KM) Wahyu Mina Barokah GT 47 yang sedang bersandar di dermaga Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Tasikagung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang.

Kebakaran ini terjadi pada Jumat (22/5/2026) malam.

Pemicu kebakaran diduga kuat berasal dari hubungan arus pendek (korsleting) pada panel listrik di ruang kamar mesin.

​Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasat Polairud) Polres Rembang, AKP Mundhi, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 22.20 WIB.

Kobaran api pertama kali diketahui oleh seorang warga yang berada di sekitar area pelabuhan.

​”Saksi melihat adanya kobaran api berskala kecil di atas kapal saat berada di pinggir laut. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada petugas piket Satpolairud,” ujar AKP Mundhi dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5/2026).

​Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas piket bersama saksi dan penjaga malam segera menuju lokasi kejadian pada pukul 22.25 WIB.

Kendati kondisi cuaca dalam keadaan hujan, api terpantau mulai membesar di ruang mesin bagian bawah kapal, tepat di bawah ruang kemudi nakhoda.

Berdasarkan catatan kepolisian, KM Wahyu Mina Barokah milik Stefanus Anam Putra, warga Perum Grand Royal Santoso, Desa Mondoteko, Rembang.

Kapal tersebut sebenarnya baru saja menyelesaikan rangkaian pemeliharaan.

Kemudian, berlabuh di PPN Tasikagung pada Rabu (20/5/2026), setelah menjalani perbaikan lunas dan pengecatan di Juwana, Kabupaten Pati.

​Bahkan, pada hari kejadian, sejak pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, kapal masih menjalani perbaikan palka.

BACA JUGA :  Jalan Tayu-Puncel Berlubang Sebabkan Laka, Masyarakat Ingin Perbaikan Segera

Saat pekerja meninggalkan lokasi pada sore hari, kondisi kapal dilaporkan dalam keadaan aman.

Namun, pada malam harinya, material kapal yang didominasi kayu berlapis fiber, menyebabkan api dengan cepat menghanguskan bagian mesin, ruang kemudi, hingga ruang anak buah kapal (ABK).

​Proses evakuasi dan pengamanan di lapangan dipimpin langsung oleh Kapolres Rembang, AKBP M. Faizal Pratama, didampingi jajaran Satpolairud, Kanit Gakum, Pamapta, Satlantas, dan KaSPK Polsek Rembang Kota.

​Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Kabid Damkar) Kabupaten Rembang, Erwin Rahadyan, menjelaskan bahwa armada pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 22.45 WIB.

Posisi kapal yang berada di urutan keempat pada deretan dok perbaikan, sempat menjadi kendala bagi petugas di lapangan.

​”Langkah awal yang kami lakukan adalah mengisolasi area agar api tidak merambat ke kapal lain yang bersandar di sisi timur. Setelah lokalisasi berhasil, dilakukan pemadaman total dan proses pendinginan,” kata Erwin.

​Dalam operasi pemadaman ini, tim gabungan mengerahkan sejumlah unsur armada pemadam.

Di antaranya, ​2 unit mobil Damkar, 2 unit mobil water supply Damkar, serta 1 unit mobil water supply BPBD.

​Petugas menghabiskan total 8 ritase air untuk menjinakkan api.

Titik api utama berhasil dikendalikan pada pukul 23.30 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan proses overhaul atau pembongkaran material tersisa, guna mengantisipasi munculnya titik api baru.

Seluruh operasi penanggulangan kebakaran dinyatakan selesai sepenuhnya pada Sabtu (23/5/2026) dini hari pukul 01.00 WIB.

​Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil yang dialami oleh pemilik kapal diperkirakan mencapai Rp500 juta.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini