Foto: Ketua Tim Layanan dan Deposit Perpustakaan Dinas Arpus Kabupaten Pati, Bina Desy Maryanti saat menyampaikan pembekalan Konten Literasi (Mondes/Singgih) PATI — Mondes.co.id | Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Pati menyelenggarakan kegiatan pembekalan bagi para peserta Lomba Video Konten Literasi Kabupaten Pati Tahun 2026 pada Selasa (23/6/2026).
Acara yang berlangsung di Aula Lantai 2 Dinas Arpus Pati ini, menyasar 44 orang peserta yang telah dinyatakan lolos dalam tahapan seleksi administrasi dan penilaian awal.
Ketua Tim Layanan dan Deposit Perpustakaan Dinas Arpus Kabupaten Pati, Bina Desy Maryanti, menjelaskan bahwa pembekalan ini merupakan kelanjutan dari sosialisasi yang telah diadakan sebelumnya.
Melalui kegiatan ini, pihak perpustakaan berharap kompetensi para peserta dapat semakin terasah.
“Kami harapkan peserta dapat menambah kompetensinya, sehingga nanti akan terkumpul atau terseleksi menjadi 15 besar untuk kami ikutkan ke tahap grand final,” ujarnya.
Bina juga menegaskan bahwa program peningkatan literasi melalui media kreatif ini dikhususkan bagi masyarakat Kabupaten Pati.
Seperti yang terjadi, kondisi literasi di Indonesia saat ini memang memerlukan perhatian serius.
Narasumber pembekalan, Nailin Risydan Al Anshori, memaparkan data riset yang cukup memprihatinkan, di mana Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara dalam hal tingkat literasi.
Menurutnya, rendahnya indeks tersebut harus disiasati secara cerdas di era digital, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial yang kini lebih digandrungi masyarakat daripada buku konvensional.
Nailin berharap, media sosial bisa mengambil peran aktif dalam mempromosikan budaya literasi agar minat baca masyarakat kembali tumbuh.
Sementara itu, narasumber pembekalan lainnya yang juga seorang kreator konten profesional, Raditya Vicky Gavina Putri, memfokuskan materinya pada aspek teknis pembuatan konten video yang menarik.
Perempuan yang akrab disapa Vicky ini, membagikan pengetahuannya yang berlatar belakang ilmu komunikasi kepada para peserta.
Ia menyampaikan bahwa aspek-aspek detail di dalam video akan menjadi poin krusial dalam penilaian menuju babak final.
“Misal pengambilan angle-nya seperti apa, skrip, penulisan skrip, premis, kemudian color grading, editing, voice over, backsound, dan lain sebagainya,” pungkas Vicky.
Pembekalan ini diharapkan mampu memicu lahirnya konten-konten video kreatif berkualitas tinggi yang tidak hanya mengejar estetika visual, namun juga membawa pesan edukatif yang kuat bagi masyarakat.
Editor: Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar