Pembunuhan di Beketel, Pelaku Sebut karena Cekcok Biaya Operasional Tak Diganti

waktu baca 2 menit
Rabu, 24 Jun 2026 16:22 0 77 Singgih Tri

PATI – Mondes.co.id | Pembunuhan di Dam Terpus, Desa Beketel, Kecamatan Kayen telah berhasil diungkap Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati.

Polisi berhasil mengungkap kronologi, motif, sejumlah barang bukti, serta mengamankan tersangka alias pembunuh.

Dalam konferensi pers, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama, menjelaskan awal mula kejadian.

Berawal dari pertikaian antara pelaku berinisial W (49) dan korban berinisial S saat sedang pergi bersama.

Dikarenakan kesal, pelaku menusuk korban dengan pisau dapur.

Ternyata, motif kekesalan itu bermula pada masalah hitung-hitungan biaya.

Korban disebut tidak mau mengganti biaya operasional perjalanan yang ditagih oleh pelaku, hingga berujung kematian.

“Awalnya berburu Pring Petuk (Bambu Petuk). Pada saat totalan biaya operasional, saling serang, cekcok mengenai biaya operasional. Modus tersangka melakukan penganiayaan atau kekerasan, didasari rasa kesal karena biaya operasional tersangka mencari Pring Petuk tidak diganti korban,” ungkapnya di hadapan awak media, Rabu, 24 Juni 2026.

Dalam aksinya, pelaku menusuk korban pada bagian leher dan area perut.

Sebanyak lima tusukan dilancarkan pelaku kepada korban hingga mengalami pendarahan berat akibat tindakan tersebut.

“Karena cekcok, korban sempat mendorong tersangka, tersangka membalas menarik tangan korban hingga terjatuh. Akhirnya tersangka menusuk korban sebanyak lima kali, tiga pada leher dan dua di area perut dengan pisau dapur yang sering dibawa pelaku yang merupakan tunawisma,” ujarnya.

Lebih lanjut, pelaku yang merupakan warga Desa Kayen, Kecamatan Kayen itu menenggelamkan korban ke dalam Dam Terpus dengan tujuan berniat menghilangkan jejak.

BACA JUGA :  Ternyata Sang Ayah Terlibat Rencana Pembuangan Bayi ke Dalam Sumur

Pelaku sempat melarikan diri ke Pulau Kalimantan.

Dengan sigap, polisi berhasil menyudahi pelarian pelaku di Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala.

“Tersangka lalu menenggelamkan jenazah ke waduk, dan melarikan diri ke Kalimantan Selatan. Namun, tersangka berhasil diamankan oleh petugas dari Resmob (Reserse Mobile) diback-up Ditreskrimum (Direktorat Reserse Kriminal Umum) Polda (Kepolisian Daerah) Kalsel (Kalimantan Selatan),” jelasnya.

Polresta Pati mengumpulkan barang bukti berupa sebuah pisau dapur, set pakaian korban, satu set pakaian tersangka, satu unit sepeda motor vespa matic, dan uang Rp10.000 dari saku korban.

Polresta Pati juga mengungkap hasil autopsi jenazah dengan menemukan luka tusuk pada perut dan sayatan pada leher S.

“Kami Polresta Pati berpesan kepada masyarakat dalam menyelesaikan masalah pribadi secara baik-baik. Menghindari tindakan main hakim sendiri,” pungkasnya.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini