Pasca Kebakaran Rumah Lansia di Kragan, Bupati Rembang Beri Bantuan dan Pembangunan Ulang

waktu baca 3 menit
Sabtu, 13 Jun 2026 15:20 0 58 Supriyanto

REMBANG – Mondes.co.id | Bupati Rembang, Harno, melakukan kunjungan langsung ke lokasi kebakaran yang menimpa kediaman Mbah Asmiah di Desa Balongmulyo, Kecamatan Kragan.

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kondisi korban, serta menyalurkan bantuan darurat secara langsung pada Sabtu (13/6/2026).

Dalam keterangannya, Bupati menyampaikan bahwa aksi cepat ini dapat terlaksana berkat sinergi informasi yang diterima dari rekan-rekan media dan masyarakat.

“Kegiatan hari ini adalah meninjau lokasi kebakaran rumah Mbah Asmiah. Berkat bantuan informasi dari rekan-rekan media dan semuanya, di waktu saya yang kosong hari ini, saya langsung menindaklanjuti ke lokasi untuk melihat langsung,” ujar Bupati di lokasi peninjauan.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati tidak datang sendiri, ia didampingi oleh tim dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Rembang.

Pemerintah daerah memastikan bahwa seluruh beban yang dihadapi oleh Mbah Asmiah akan dipikul bersama.

Untuk penanganan jangka pendek, sejumlah bantuan logistik telah diserahkan secara langsung kepada korban.

“Hari ini ada bantuan sembako, tempat tidur (alas tidur), dan juga sedikit uang untuk belanja. Intinya kebutuhan pokok sudah kita siapkan,” jelasnya.

Tidak hanya bantuan darurat, Pemerintah Kabupaten Rembang juga langsung memikirkan penanganan jangka panjang bagi korban.

Bupati menegaskan bahwa pembangunan kembali rumah Mbah Asmiah yang luluh lantak akibat si jago merah, akan segera direalisasikan melalui program dari Baznas.

“Berikutnya nanti memikirkan untuk pembuatan rumahnya. Akan dibuatkan dari Baznas secepatnya,” tegas Bupati.

BACA JUGA :  Prasasti Candi Angin Diteliti BRIN, Simpan Cerita Peradaban Jawa Kuno

Terkait dengan kesiapan armada pemadam kebakaran di wilayah Rembang, Bupati mengakui adanya kendala teknis pada beberapa unit mobil pemadam.

Berdasarkan laporan dari BPBD, terdapat tiga unit mobil pemadam kebakaran yang mengalami kerusakan dan belum berfungsi secara maksimal.

Menyikapi hal tersebut, pihak pemerintah daerah berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan, demi meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musibah kebakaran di masa mendatang.

“Tiga mobil yang belum maksimal ini akan berupaya untuk bisa diperbaiki. Apabila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran, mobil-mobil tersebut sudah harus standby semuanya,” tambahnya.

Mengingat, saat ini wilayah Rembang mulai memasuki musim kemarau yang menjadi periode rawan bencana kebakaran.

Oleh karenanya, Bupati memberikan imbauan khusus kepada seluruh lapisan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di dapur dan dalam penggunaan instalasi listrik rumah tangga yang kerap menjadi pemicu utama korsleting.

“Untuk semua masyarakat harus selalu waspada. Dengan ini memasuki musim kemarau, sering terjadi hal-hal kebakaran, maka harus waspada dan hati-hati. Terutama listrik, dan termasuk juga di dapur. Jangan sampai lupa, kalau meninggalkan dapur harus benar-benar dicek,” pungkasnya.

Sebagai informasi, musibah kebakaran menghanguskan sebuah rumah milik seorang janda lanjut usia (lansia) di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah pada Jumat (12/6/2026) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Rumah kayu sederhana milik Asmiah (65), warga RT 06 RW 04, Desa Balongmulyo, Kecamatan Kragan, dilaporkan rata dengan tanah akibat amukan si jago merah.

Insiden ini diduga dipicu oleh sisa api dapur yang belum sepenuhnya padam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa nahas tersebut bermula saat korban sedang tidak berada di dalam rumah.

BACA JUGA :  Skandal Rekrutmen PDAM Pati Wajib Diusut Tuntas

Editor: Mila Candra 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini