Sensus Ekonomi 2026, Pemkab Rembang Tekankan Pentingnya Memotret Ragam Bisnis Digital

waktu baca 3 menit
Rabu, 10 Jun 2026 16:22 0 78 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang diinisiasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Langkah ini dinilai strategis dalam menyediakan basis data ekonomi yang akurat, valid, dan mutakhir, guna menyokong penyusunan perencanaan pembangunan daerah yang tepat sasaran.

Melalui sensus ini, seluruh konstelasi aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor usaha berbasis digital yang kian ekspansif, diharapkan dapat terpetakan secara komprehensif.

​Komitmen tersebut ditegaskan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang, Mardi, saat membuka secara resmi Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Gelombang III.

Agenda yang diselenggarakan oleh BPS Kabupaten Rembang tersebut berlangsung di salah satu hotel di Jalur Pantura, Rabu (10/6/2026).

​Dalam sambutannya, Mardi menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda konstitusional berskala nasional yang digelar secara periodik setiap sepuluh tahun sekali.

Mengingat urgensinya yang tinggi, ia menggarisbawahi bahwa kualitas data yang dihasilkan tidak boleh kompromistis, sebab akan menjadi instrumen utama dalam merumuskan kebijakan makro maupun mikro di daerah.

​Menurut Mardi, para petugas sensus yang diterjunkan memiliki tanggung jawab besar.

Mereka tidak sekadar melakukan pencatatan administratif, melainkan bertindak sebagai enumerator yang memotret realitas objektif dari dinamika perekonomian di Kabupaten Rembang, termasuk mengidentifikasi model bisnis baru yang lahir dari intervensi teknologi.

​“Kenali wajah baru ekonomi Rembang. Sekarang banyak usaha yang berjalan secara online. Aktivitas ekonominya ada, tetapi belum tentu terlihat secara fisik. Kondisi seperti ini juga harus mampu dipotret oleh petugas sensus,” ujar Mardi.

BACA JUGA :  Dua Ruas Jalan di Wedarijaksa Dibenahi, Siap-siap Mulus

​Ia menambahkan bahwa dalam satu dekade terakhir, konformitas dan pola niaga masyarakat telah mengalami pergeseran paradigma yang cukup signifikan.

Fenomena maraknya pelaku usaha mandiri yang beroperasi secara daring (online) tanpa kepemilikan gerai fisik, menjadi tantangan tersendiri yang wajib diakomodasi dalam pendataan tahun ini.

​Lebih lanjut, Mardi menginstruksikan kepada seluruh petugas agar senantiasa mengedepankan aspek integritas, kejujuran, ketelitian, serta menjunjung tinggi kode etik profesionalisme saat berinteraksi dengan responden di lapangan.

​“Jujur meski tidak ada yang mengawasi. Jangan ada data yang ditambah atau dikurangi. Potretlah kondisi yang sebenarnya karena data tersebut akan menjadi dasar pembangunan ekonomi Kabupaten Rembang ke depan,” tegasnya.

​Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Kabupaten Rembang, Jubaedi, memaparkan bahwa pihaknya telah menyiagakan sedikitnya 712 personel petugas lapangan untuk menyukseskan gelaran Sensus Ekonomi 2026 di seluruh wilayah Rembang.

Sebelum terjun langsung ke masyarakat, seluruh petugas diwajibkan mengikuti pembekalan intensif melalui metode hybrid learning yang mengombinasikan pembelajaran mandiri secara virtual dan kelas tatap muka.

​Jubaedi menjelaskan bahwa metodologi pengumpulan data akan menerapkan sistem door-to-door (dari rumah ke rumah) dengan menyisir seluruh bangunan tempat tinggal maupun bangunan komersial.

Berbeda dengan sensus edisi sebelumnya, SE 2026 ini sepenuhnya mengintegrasikan perangkat digital (CAPI/Computer-Assisted Personal Interviewing), guna meminimalisasi risiko kesalahan input (human error), serta mempercepat proses transmisi data secara real-time.

​“Kami berharap seluruh petugas dapat mengikuti pelatihan dengan baik, sehingga siap melaksanakan pendataan secara profesional. Dukungan dari pemerintah daerah hingga tingkat desa juga sudah kami bangun agar pelaksanaan sensus berjalan lancar,” tutur Jubaedi.

​Melalui sinergi erat antara BPS dan Pemkab Rembang ini, diharapkan keluaran (output) dari Sensus Ekonomi 2026 dapat menyajikan kluster data yang holistik.

BACA JUGA :  Pupuk Cair Makro-Mikro, Strategi Gapoktan Tunggak Ungu Optimalkan Produksi Berbasis Teknologi Nano

Data tersebut nantinya akan menjadi rujukan utama dalam memetakan potensi daerah, menggenjot performa sektor usaha lokal.

Serta merumuskan program-program strategis, demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Rembang secara berkelanjutan.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini