Foto: Hari Lanjut Usia Nasional 2026 digelar di Pendopo Kabupaten Pati (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Kabupaten Pati tahun 2026 diperingati dengan berbagai agenda menarik.
Mengusung tema “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia Berdaya”, dilangsungkan dengan rangkaian bakti sosial (baksos) pada 5-6 Juni 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan kolaborasi antara Sentra Margo Laras dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati.
Kepala Sentra Margo Laras, Bambang Tri Hartono, menyampaikan momentum baksos ini dapat terus digelar dengan sasaran kelompok rentan, serta semakin mutakhir data kelompok rentan dan penerima manfaat di Kabupaten Pati.
Ia menjelaskan, acara ini diikuti oleh para lansia, siswa-siswi SRMP 12 Pati, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Acara meliputi kerja bakti rumah lansia pada 5 Juni 2026 di Desa Karang, Kecamatan Juwana. Berlanjut dengan senam lansia, cek kesehatan, bantuan atensi, layanan psikososial, donor darah, dan terapi omah latih di Pendopo Kantor Bupati Pati. Kemudian, khitan massal di Keluarga Sehat Hospital (KSH), operasi katarak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo, dan bebas pasung di Desa Lengkong, Kecamatan Batangan,” paparnya saat diwawancarai.
Selain itu, ada bantuan asistensi rehabilitasi sosial kepada penerima manfaat meliputi kluster disabilitas sebanyak 51 penerima manfaat senilai Rp121.322.000, kluster lansia sebanyak 113 penerima manfaat senilai Rp223.600.000, dan kluster anak sebanyak 117 penerima manfaat senilai Rp174.000.000.
Selanjutnya, kluster rentan orang dengan HIV sebanyak 9 penerima manfaat senilai Rp16.991.000, kluster rentan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 12 Pati senilai Rp308.040.700, dan korban bencana banjir senilai Rp540.908.820.
“Total nominal bantuan itu sebanyak Rp1.384.862.520,” sebutnya.
Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati, Risma Ardhi Chandra, menekankan pentingnya memberdayakan lansia.
Menurutnya, semangat lansia patut diapresiasi karena telah berkiprah produktif untuk kehidupan masyarakat.
“Lansia bukan sebagai beban, melainkan sebagai aset bangsa yang memiliki pengalaman, kearifan, dan dedikasi yang tak ternilai harganya. Usia boleh bertambah, namun semangat, kemandirian, dan produktivitas para lansia harus terus dijaga agar tetap berdaya,” ucapnya.
Ia menekankan agar masyarakat mewujudkan lingkungan ramah bagi lansia.
Chandra mendorong perilaku hidup sehat, termasuk pemeriksaan kesehatan secara rutin, guna mewujudkan lansia yang sehat dan mandiri.
“Seluruh elemen masyarakat diharapkan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan ramah lansia, serta mendorong perilaku hidup sehat, termasuk pemeriksaan kesehatan rutin, guna mewujudkan lansia sehat, mandiri, dan berdaya,” ujarnya.
Sembari meneteskan air mata, Chandra mengajak siapa pun yang masih memiliki orang tua berstatus lansia agar meningkatkan kasih sayang, perhatian, dan rasa hormat.
“Bagi para keluarga yang memiliki orang tua lanjut usia, mari kita jadikan momen ini untuk meningkatkan rasa kasih sayang, perhatian, dan penghormatan. Merekalah yang telah membimbing dan merawat kita sejak kecil, sehingga sudah sepatutnya di hari tua mereka, kita memberikan kenyamanan dan kebahagiaan,” ungkapnya.
Chandra menambahkan, peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Pati untuk para lansia perlu dioptimalkan.
Pihaknya bahkan meminta pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) membuka layanan di sore hari.
“Program selanjutnya untuk Dinkes Kabupaten Pati untuk peningkatan layanan kesehatan akan membuka pelayanan Puskesmas di sore hari,” pesannya.
Fasilitas layanan kesehatan juga diminta memberikan akses skrining kesehatan gratis bagi lansia.
“Warga masyarakat khususnya lansia bisa skrining cek kesehatan gratis di seluruh Puskesmas dan klinik yang bekerja sama dengan BPJS,” pungkasnya.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar