Pemkab Rembang Jajaki Pengembangan Kawasan Industri Tekstil Terintegrasi 500 Hektare

waktu baca 2 menit
Rabu, 3 Jun 2026 15:04 0 73 Supriyanto

​REMBANG — Mondes.co.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus berkomitmen memacu pertumbuhan ekonomi daerah dan memperluas lapangan pekerjaan melalui percepatan realisasi investasi.

Saat ini, Pemkab Rembang tengah menjajaki rencana pengembangan kawasan industri tekstil dan garmen terintegrasi di koridor Rembang-Jape-Lasem.

​Bupati Rembang, Harno, mengungkapkan bahwa sebuah konsorsium investor asal Republik Rakyat China (RRC) telah menyatakan minatnya untuk menanamkan modal di wilayah tersebut.

Pihak investor disebut memerlukan lahan seluas kurang lebih 500 hektare, guna membangun kawasan industri terpadu.

​Meski demikian, Harno menjelaskan bahwa proses penyediaan lahan masih menghadapi tantangan regulasi terkait tata ruang.

​“Terdapat minat investasi dari konsorsium RRC yang membutuhkan lahan sekitar 500 hektare. Namun, sebagian area yang dibidik beririsan dengan Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Saat ini, kami sedang merumuskan solusi terbaik agar pemanfaatan lahan tersebut tetap berjalan sesuai dengan regulasi dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Harno.

​Kawasan yang diproyeksikan untuk pusat investasi baru ini terletak di koridor yang dikenal sebagai Segitiga Emas Rembang-Jape-Lasem.

Wilayah dengan total luas perencanaan mencapai 2.000 hektare ini memang telah ditetapkan sebagai kawasan strategis untuk pengembangan sektor industri di Kabupaten Rembang.

​Pemkab Rembang menyambut positif rencana investasi ini karena diprediksi akan membawa multiplier effect bagi perekonomian daerah, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja lokal secara signifikan.

​Secara terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Rembang, Dwi Martopo, memaparkan bahwa proyek yang ditawarkan mengusung konsep kawasan industri tekstil dan garmen yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

BACA JUGA :  Puluhan Tahun Rumah Nyaris Roboh, Sri Umami Bahagia Dapat Hunian Baru 

​Kawasan industri ini diproyeksikan mampu mengakomodasi sekitar 50 perusahaan yang saling terhubung dalam satu rantai pasok (supply chain).

Melalui model terintegrasi ini, kawasan Segitiga Emas diharapkan dapat bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

​Kendati demikian, Dwi Martopo, menegaskan bahwa proyek strategis ini masih berada pada fase awal.

Posisi Pemkab Rembang saat ini adalah sebagai fasilitator, guna menjembatani komunikasi antara pihak investor dan pemangku kepentingan terkait.

​“Kami masih menunggu kedatangan konsultan yang ditunjuk oleh pihak konsorsium untuk menangani mekanisme pembebasan lahan. Tahapan saat ini masih berfokus pada pemetaan dan identifikasi status kepemilikan lahan, baik yang merupakan aset warga maupun kas desa, serta analisis kondisi geografisnya,” terangnya.

​Melalui langkah-langkah strategis yang tetap mengedepankan aspek tata ruang, kelestarian lingkungan, dan kemaslahatan masyarakat, Pemkab Rembang optimistis proyek ini dapat berjalan lancar.

Kehadiran kawasan industri ini diharapkan memperkuat posisi tawar Kabupaten Rembang sebagai salah satu destinasi investasi utama di Jawa Tengah.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini