Foto: Ilustrasi Sensus Ekonomi 2026 (Mondes/Istimewa) JEPARA – Mondes.co.id | Menjelang agenda besar pendataan ekonomi nasional yang akan digelar pada Mei hingga Agustus 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jepara mulai tancap gas.
BPS menggandeng berbagai instansi lintas sektor untuk mensosialisasikan Sensus Ekonomi 2026, demi menjamin keakuratan data pembangunan nasional.
Tim Sensus Ekonomi 2026 BPS Jepara, Achmad Tasylichul Adib, menjelaskan bahwa sensus ini merupakan mandat undang-undang yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali.
Tujuannya adalah menyediakan basis data komprehensif mengenai seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia.
“Data ini mencakup struktur usaha, karakteristik pelaku usaha, hingga tren perkembangan ekonomi digital dan isu lingkungan. Nantinya, data tersebut menjadi pondasi utama dalam penyusunan kebijakan, serta perencanaan pembangunan pusat maupun daerah,” ujar Adib.
Pendataan di lapangan akan dibagi menjadi dua fase utama.
Bulan Mei–Juni 2026 yaitu Pengisian kuesioner secara daring (online) khusus bagi perusahaan skala besar.
Juni–Agustus 2026 yaitu pendataan lapangan dengan metode pintu ke pintu (door-to-door) untuk menjangkau seluruh lapisan pelaku usaha.
Adib mengimbau para pelaku usaha untuk memberikan data yang jujur dan sesuai realita.
Hal ini penting karena informasi tersebut akan diolah menjadi statistik resmi negara.
Selain sosialisasi sensus, BPS Jepara juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan Forum Konsultasi Publik Standar Pelayanan Publik (SPP) di Aula BPS Jepara, Rabu (29/4/2026).
Acara ini dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, akademisi, aparat penegak hukum, Ormas, hingga awak media.
Kepala BPS Jepara, Isnaini, menekankan bahwa lembaga yang dipimpinnya tidak hanya bertugas menghimpun angka, tetapi juga melayani kebutuhan publik akan data secara gratis.
“Kami menyediakan layanan konsultasi dan rekomendasi statistik tanpa dipungut biaya. Mahasiswa maupun peneliti bisa memanfaatkan layanan ini untuk menentukan metode analisis yang tepat,” tutur Isnaini.
Ia menyadari bahwa sebagian masyarakat masih menganggap statistik sebagai bidang yang sulit.
Oleh karena itu, BPS terus bertransformasi memberikan pendampingan baik secara tatap muka, maupun melalui sistem digital yang cepat dan akurat.
“Melalui forum ini, kami menyerap masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi. Target kami adalah menyediakan layanan data yang tidak hanya akurat, tetapi juga mudah diakses oleh siapa saja,” pungkasnya.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar