Grebeg Tumpeng Telon Teluk Wetan, Napak Tilas Peradaban Tiga Desa

waktu baca 2 menit
Jumat, 17 Apr 2026 13:20 0 129 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Desa Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, kembali menyemarakkan tradisi tahunan Sedekah Bumi melalui gelaran Kirab Grebeg Tumpeng Telon.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Kegitan ini dilaksanakan Rabu malam pahing, sebagai wujud syukur masyarakat atas limpahan hasil bumi, sekaligus simbol keharmonisan budaya setempat.

Prosesi kirab mengambil rute dari Petilasan Punden Gumuk Telon menuju Balai Desa Teluk Wetan.

Puncak kemeriahan terjadi di akhir acara, di mana warga dengan antusias memperebutkan tiga gunungan hasil bumi yang sebelumnya diarak keliling desa.

ketua pgri

Tumpeng Telon yang divisualisasikan lewat tiga jenis gunungan ini, bukan sekadar perayaan.

Masing-masing gunungan menyimbolkan tiga unsur krusial dalam kehidupan masyarakat Desa Teluk Wetan, yakni sosial, ekonomi, dan spiritual.

Lebih jauh lagi, rute kirab yang diawali dari Petilasan Punden Gumuk Telon, memiliki nilai historis yang kuat.

Tempat ini erat kaitannya dengan kisah Den Ayu Roro Kemuning yang merupakan tokoh penyebar agama Islam di wilayah tersebut.

Diketahui, Den Ayu Roro Kemuning yang makamnya kini berada di Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, juga merupakan murid Sunan Muria.

Ketua Karang Taruna Desa Teluk Wetan sekaligus penggagas acara, Sulistyono, menjelaskan bahwa tradisi ini adalah agenda budaya penting yang selalu dijaga kelestariannya.

“Tiga gunungan ini melambangkan awal peradaban tiga desa yang bermula dari Teluk Wetan. Di sinilah titik bertemunya tiga aliran sungai yang membagi wilayah desa ini dengan Desa Kalipucang dan Desa Sidigede,” jelas Sulistyono, Jumat (17/4/2026).

BACA JUGA :  Bupati Pati Sesalkan Aksi Premanisme di Pundenrejo

Sebelum kirab dimulai, rangkaian acara diisi dengan ziarah ke makam para sesepuh dan tokoh desa.

Kegiatan adat ini turut mendapat pendampingan dari Yayasan Praja Hadipuran Manunggal, lembaga yang juga mendampingi tradisi Grebeg Kutho Bedah di Desa Kriyan.

Yayasan ini aktif membantu masyarakat dan pemerintah desa dalam memberikan pemahaman makna ritual, menjaga keselarasan adat dengan nilai budaya, serta menata jalannya acara agar tetap selaras dengan kepercayaan menghormati leluhur.

Ketua Yayasan Praja Hadipuran Manunggal, Khoirul Anam, menegaskan bahwa gelaran ini adalah simbol kekuatan budaya lokal yang tak lekang oleh waktu.

“Menjaga adat dan tradisi adalah tugas kita bersama. Jangan sampai dengan derasnya arus modernisasi kita lupa pada leluhur dan perjuangan beliau-beliau. Insya Allah, serangkaian kegiatan desa sekitar juga akan kita uri-uri kembali, mengembalikannya ke dalam satu rangkaian Grebeg Kutho Bedhah,” ungkap Khoirul Anam.

Bagi masyarakat Desa Teluk Wetan, Kirab Grebeg Tumpeng Telon adalah wujud nyata penghormatan terhadap agama, budaya, dan tradisi nenek moyang.

Melalui kesuksesan acara ini, Desa Teluk Wetan berharap dapat terus menginspirasi dan menjadi teladan bagi desa-desa lain dalam menciptakan keharmonisan, merawat keberagaman, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini