Inilah Sosok Pemeran Ratu Kalinyamat Kirab Hari Jadi Jepara 2026

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Apr 2026 12:14 0 56 Dian A.

JEPARA – Mondes.co.id | Salah satu yang menjadi data tarik dalam Kirab buka Luwur Hari Jadi Jepara adalah sosok pemeran Ratu Kalinyamat.

Demokrat Joni Kurnianto 2026

Kali ini sosok Ratu Kalinyamat diperankan gadis cantik Efie Rohmatin Marilah (22).

Perempuan muda asal Kecamatan Tahunan yang kini tengah menempuh pendidikan di Jurusan akuntansi Unisnu Jepara.

Efie merupakan putri dari pasangan M. Agus Salim dan Martini.

ketua pgri

Di usianya yang relatif muda, ia tidak hanya aktif sebagai mahasiswi, tetapi juga dikenal sebagai Duta Wisata Jepara.

Dalam waktu dekat, ia dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda pada 15 April 2026.

Kepercayaan untuk memerankan Ratu Kalinyamat bukan diperoleh secara instan.

Efie harus melalui tahapan seleksi ketat yang melibatkan penilaian menyeluruh, mulai dari postur tubuh, ekspresi, pembawaan karakter, hingga kemampuan teknis menunggang dan mengendalikan kuda.

“Ini pertama kali saya ikut seleksi dan langsung mendapat kesempatan ini,” ujar Efie, Jumat (10/4/2026).

Dalam penampilannya, Efie tampil dengan busana merah khas yang merepresentasikan keberanian, dilengkapi sebilah keris di pinggang sebagai simbol kekuatan dan identitas historis.

Ia memimpin kirab dengan menunggang kuda, sebuah peran yang menuntut konsentrasi dan kendali tinggi, terutama di tengah kerumunan masyarakat.

Ia mengakui, tantangan terbesar terletak pada penguasaan kuda saat kirab berlangsung.

“Kudanya sempat sulit dikendalikan karena situasi ramai,” katanya.

Di luar aspek teknis, Efie juga menjalani persiapan secara spiritual.

Yakni dengan melakukan ziarah ke makam Ratu Kalinyamat, serta menjalankan puasa sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai yang melekat pada tokoh yang diperankannya.

BACA JUGA :  PPL di Pati akan Dipegang Kendali oleh Kementan

Bagi Efie, peran ini membawa konsekuensi moral.

Ia menyadari bahwa Ratu Kalinyamat bukan sekadar figur sejarah, melainkan sosok yang dianggap sakral oleh masyarakat Jepara.

“Ada rasa bangga, sekaligus tanggung jawab besar. Saya tidak pernah membayangkan bisa berada di posisi ini,” ungkapnya.

Melalui peran tersebut, Efie berharap dapat menginternalisasi nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan keteguhan dalam kehidupan pribadinya.

Sekaligus, menjadi representasi generasi muda perempuan Jepara yang terus menjaga warisan budaya dan sejarah daerah.

Editor; Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini