Kodim Rembang Bentengi Pesisir Pasar Banggi dengan Seribu Mangrove

waktu baca 3 menit
Senin, 25 Mei 2026 17:09 0 20 Supriyanto

​REMBANG – Mondes.co.id | Kawasan Hutan Mangrove Jembatan Merah di Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang, mendadak ramai pada Senin pagi (25/5/2026).

Puluhan personel TNI bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Rembang tampak kompak turun ke lumpur pesisir, demi menanam sekitar 1.000 bibit pohon mangrove.

​Aksi hijau yang diinisiasi oleh TNI Angkatan Darat ini, dipimpin langsung oleh Bupati Rembang Harno bersama Dandim 0720/Rembang Letkol Arm Winner Fradana Dieng.

Langkah nyata ini diambil sebagai komitmen bersama dalam melestarikan lingkungan pesisir, sekaligus membentengi wilayah Pantai Utara (Pantura) Rembang dari ancaman abrasi yang kian nyata.

​Bupati Remban memberikan apresiasi tinggi atas gerakan yang digagas oleh TNI AD ini.

Menurutnya, kehadiran seluruh elemen Forkopimda dalam aksi ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam menjaga kelestarian alam.

​”Kita Forkopimda hadir semua. Alhamdulillah di Rembang menanam 1.000 pohon, dan ke depan akan kita tambah lagi,” ujar Harno di sela-sela kegiatan.

​Harno menegaskan bahwa pelestarian hutan bakau tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial belaka, melainkan harus berkelanjutan.

Mengingat, kawasan pesisir Rembang memegang peranan krusial, baik dari sisi ekologis sebagai pelindung biota laut, maupun dari sisi ekonomi sebagai penopang sektor perikanan masyarakat setempat.

​Sementara itu, Dandim 0720/Rembang Letkol Arm Winner Fradana Dieng, mengungkapkan aksi penanaman mangrove ini bukan gerakan lokal semata.

Melainkan, sebagai bagian dari agenda besar yang dilaksanakan secara serentak oleh TNI AD di sepanjang pesisir Pantai Utara Jawa, khususnya di bawah wilayah Kodam IV/Diponegoro dan Kodam V/Brawijaya.

BACA JUGA :  Rumah Kayu Milik Lansia di Pancur Ludes Dilalap Api, Polisi Ungkap Penyebab

Guna memaksimalkan dampak gerakan ini, Kodim 0720/Rembang turut menggandeng Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (YTP) 888 Satria Sejati, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Rembang.

​”Ada 1.000 bibit mangrove yang kita tanam. Untuk di Rembang dipusatkan di Pantai Pasar Banggi ini,” terang Letkol Arm Winner.

​Kawasan Hutan Mangrove Pasar Banggi sendiri saat ini telah berkembang pesat dan mengakar kuat seluas sekitar 60 hektare.

Selain menjadi benteng alami penahan ombak, hutan bakau berjuluk “Jembatan Merah” ini juga telah bertransformasi menjadi destinasi wisata konservasi dan pusat edukasi lingkungan yang diperhitungkan di tingkat regional maupun nasional.

​Kepala Desa Pasar Banggi, Rasno, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian TNI dan Pemkab Rembang.

Ia menyebut, meski kawasan mangrove di desanya sudah cukup luas, tambahan penanaman bibit baru seperti ini masih sangat dibutuhkan untuk regenerasi hutan.

​”Masih perlu ditambah lagi tanamannya, apalagi kawasan ini juga menjadi sarana edukasi. UNDIP Semarang setahun bisa dua kali penelitian di sini, anak-anak sekolah juga sering belajar konservasi mangrove,” ungkap Rasno bangga.

​Dengan adanya sinergi lintas sektoral ini, diharapkan Hutan Mangrove Pasar Banggi tidak hanya sukses menjaga daratan Rembang dari gerusan air laut.

Namun juga terus memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar melalui sektor pariwisata dan edukasi berbasis lingkungan.

Editor: Mila Candra

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini