Foto: Wisatawan sedang mengunjungi Lapangan Pancasila Desa Jrahi (Mondes/Singgih) PATI – Mondes.co.id | Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati selalu ramai saat liburan.
Wisatawan bisa menikmati keindahan pemandangan Kota Pati hingga kawasan Gunung Muria dari Perbukitan Desa Jrahi.
Objek wisata ini berada di Lereng Gunung Muria, dari pusat Kota Pati jaraknya 33 kilometer.
Jika ditempuh dengan berkendara, membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk sampai ke desa dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Suasana di pedesaan dengan jalan yang naik turun, menjadi daya tarik sendiri untuk sampai di lokasi Desa Jrahi.
Sesampainya di lokasi, wisatawan disuguhi pemandangan yang cantik.
Saat sore hari, pemandangan matahari terbenam jika tidak terhalang dengan bukit.
Sedangkan pada paginya, bisa melihat embun pagi di gunung dengan suasana sejuk.
Pengelola objek wisata Desa Jrahi, Yusuf, mengatakan saat liburan, Desa Jrahi ramai didatangi wisatawan.
Salah satunya mereka camping di bukit Lapangan Pancasila Desa Jrahi.
“Fasilitas sendiri ada lapangan untuk camping, lapangan Pancasila karena desa dikenal wisata Pancasila, kedai kopi dan spot foto di atas bukit dengan pemandangan alam,” tuturnya pada Sabtu, 4 April 2026.
Menurutnya, Desa Jrahi juga dikenal dengan Desa Pancasila.
Hal ini tidak terlepas dari kondisi masyarakat yang terdiri dari Umat Kristen, Islam, Buddha, hingga penganut kepercayaan yang hidup rukun di Desa Jrahi.
Lebih lanjut, untuk camping atau bermalam, Yusuf mengatakan ada tempat penyewaan.
Pengelola wisata menyediakan tenda untuk empat orang dengan harga mulai dari Rp80 ribu sampai Rp100 ribu.
“Untuk camping umum sewa tenda kapasitas 4 orang itu Rp100 ribu. Untuk acara sekolah dan ibadah Rp80 ribu, untuk acara ibadah tidak dikenakan sewa tempat,” paparnya.
Yusuf menjelaskan, saat liburan seperti sekarang banyak wisatawan yang datang dari dalam maupun luar kota.
Di antaranya dari Kabupaten Rembang, Kudus, Jepara, dan Pati sendiri.
Mereka datang untuk menikmati kopi hingga camping.
“Hari raya sangat ramai, bahkan kami banyak menolak tamu karena terlalu ramai, takut pelayanan kurang maksimal,” pungkasnya.
Editor; Mila Candra
Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini
Tidak ada komentar